Fenomena Emak-Emak “Menggila”, Kubu Jokowi Meriang, Tuding Kampanye Sandiaga Uno & Emak-Emak Setingan

JAKARTA_JEMARINET – Bagaikan air bah yang begitu cepat datang dan menyapu bersih seluruh yang berada di dalam arealnya, pasukan yang selama ini jarang terlibat langsung dengan urusan pemilu, bahkan jikalaupun ada hanya terlihat segelintir, dan terkadang hanya berada di barisan pinggir kelompok yang sedang bertarung dalam sebuah pemilihan.

Namun tidak kali ini, mereka langsung turun tangan, maju kedepan untuk menyatakan diri jika mereka mampu untuk menjadi penentu sebuah kemenangan bagi pasangan yang mereka usung. Bahkan tidak sedikit para pria yang melihat mereka geleng geleng kepala.

Ya mereka adalah para ibu rumah tangga yang selama ini lebih banyak berkutat di dapur atau di rumah sambil membereskan urusan dalam rumah tangga. Kini mereka menyatakan untuk tidak lagi tinggal diam, dan mereka menyatakan diri untuk maju dan membuat kelompok politik sendiri, untuk mendukung Capres dan Cawapres, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, untuk menduduki kursi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, periode 2019-2024.

Kemunculan mereka cukup membuat pihak lawan getir, hampir setiap saat kita menyaksikan di sosial media yang selalu muncul memposting kegiatan mereka di berbagai tempat yang memang sengaja mereka datangi untuk mengajak dan memberikan pencerahan yang bukan hanya kepada kaum wanita, namun juga kepada para pria yang mereka jumpai di lokasi tempat mereka sosialisasi jagoan mereka, Prabowo-Sandi.

“Kami harus keluar, kami ingin menyatakan diri, kami ingin semua tahu kalau ada yang mengganggu soal ekonomi rumah tangga, maka mereka harus berhadapan dengan kami, para emak emak,” ujar Floristyani, mantan ketua dari sekumpulan “Mak Cantik Pendukung Prabowo-Sandi”, alias Macan Padi, yang mengundurkan diri dan menjadi anggota biasa, karena ternyata kesibukan pemilu hampir tak mampu membuatnya membagi waktu antara kegiatan di Macan Padi, dengan kebutuhan keluarganya, terutama waktu untuk mendampingi anaknya yang masih menempuh pendidikan.

Walaupun bukan sebagai ketua lagi, Flo tetap eksis terutama di sosial media, “The Show Must Go On” ujar Floristyani sambil tersenyum. Begitu dimintai komentarnya soal tudingan pihak PDIP jika Prabowo Sandi sengaja menggerakkan para emak emak, dengan cara memanfaatkan mereka.

“Emak emak ini sudah mulai resah, sejak harga bahan kebutuhan dapur mulai melambung tinggi, bahkan emak emak juga yang harus demo ke Istana beberapa waktu lalu, karena para mahasiswa yang diharapkan tidak kelihatan,” ujar Ratna salah satu “emak emak” asal Yogyakarta.

Karenanya jangan heran jika emak emak mulai bersatu dalam satu koridor untuk membela capres Prabowo, karena Presiden Indonesia saat ini dianggap sama sekali tidak perdulikan soal kenaikan harga bahan pangan.

“Alasan pemerintah impor untuk membuat harga murah, tapi mereka tidak sadar kalau petani kita juga terdiri dari para kaum emak emak, jadi justru kita sebenarnya ikut merasakan nasib mereka yang harus menanggung beban hidup rumah tangga dan juga anak mereka sekolah,” ujar Ratna dengan sedikit tegas.

Ratna merasa pemeritah saat ini justru membiarkan para mafia importir seenaknya, yang akibatnya nasib para petani hanya bisa pasrah ketika kebijakan pemerintah yang mengimpor beras justru disaat mereka memasuki pasa panen, demikian juga yang terjadi pada petani jagung, yang terpaksa harus mengalami hal yang sama.

Sementara itu ada kelompok emak emak lainnya, yang menamakan diri Partai Emak Emak Pendukung Prabowo-Sandi, yang menamakan diri dengan singkatan “PEPES”, dan mereka juga tidak kalah garangnya, dengan aktivitas mereka selama di lapangan.

Seperti halnya dengan Macan Padi, emak emak di kelompok PEPES yang lebih dulu muncul, sudah melakukan pembentukan kelompok PEPES Provinsi dan juga PEPES di beberapa Kabupaten/Kota, di seluruh Indonesia. Bahkan hampir setiap kota yang dikunjungi Cawapres Sandiaga Uno, selalu bertemu dengan para emak emak yang tergabung dalam Kelompok PEPES yang diketuai oleh seorang netizen bernama @Swull.

Hampir setiap video dan foto yang disebar oleh netizen, Sandiaga Uno yang tiba ataupun sedang berinteraksi dengan pendukungnya, selalu saja didominasi oleh kaum emak emak, baik muda maupun tua, dan tentu saja, mereka berebutan untuk berfoto bersama, bersalaman dan ada yang nekad ingin memeluk Sandiaga.

Melihat fenomena kampanye Sandiaga Uno, lalu ditambah dengan adanya kelompok emak emak “PEPES” dan kelompok “Macan Padi” yang begitu getol dan tidak mengenal kata berhenti bahkan terjadang nekad, masuk dan terjun langsung di depan masyarakat, selain membagikan sembako ataupun mengadakan kegiatan kesehatan untuk ibu dan anak. Membuat pendukung Jokowi merasa gerah.

Melalui PDIP, kubu jokowi menuduh jika kampanye Sandiaga Uno, yang melibatkan begitu banyak kaum hawa setiap kampanyenya, sengaja diarahkan sedemikian rupa, dan bukanlah berasal dari keinginan emak emak itu sendiri.

Tuduhan yang diutarakan oleh PDIP tersebut, menurut Flo, tidak lain hanyalah rasa putus asa kubu Jokowi, melihat kenyataan di lapangan Cawapres dukungan mereka, bisa membuat para emak emak jatuh hati dan merasa nyaman untuk memberikan dukungan. “Tentu beda dong dengan Cawapres Jokowi,” ujar Flo mantap.

“Sepertinya PDIP dan pendukung Jokowi lainnya mulai merasa resah, dan mulai menyadari jika mereka krisis dukungan dari kaum emak emak. Dan tentu saja mereka harus membuat tuduhan seperti itu, jika tidak menuduh, dengan cara apalagi mereka harus berbicara melihat fenomena emak emak Indonesia, baik di dalam negeri dan luar negeri, berlomba memposting foto dan video mereka untuk menyatakan dukungan kepada Prabowo-Sandi,” ujar Ratna yang menyarankan kepada kubu Jokowi, jika memang merasa di curangi, laporkan saja ke Bawaslu, “Gak usah koar koar di media,” pungkasnya.

(Jall)

One Response to Fenomena Emak-Emak “Menggila”, Kubu Jokowi Meriang, Tuding Kampanye Sandiaga Uno & Emak-Emak Setingan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *