Paket Ekonomi 16 Jokowi, Rizal Ramli : “Ini Bukan Membangun Indonesia, Tapi Membangun Di Indonesia”

JAKARTA_JEMARINET – Presiden Joko Widodo rupanya tidak memperdulikan suara suara sumbang terkait dengan kondisi perekonomian Indonesia yang sebagian dirasakan langsung oleh rakyat kelas menengah kebawah , terutama bagi para pebisnis yang tergabung dalam kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM).

Sebelumnya media ini sudah memuat beberapa keluhan para pelaku usaha UKM yang jelas jelas telah mengalami kemerosotan bisnis mereka, bahkan diantaranya sudah gulung tikar karena tidak mampu lagi untuk bangkit, mengingat harga bahan baku untuk dagangan mereka terlalu mahal.

Contohnya sepertinya yang diutarakan oleh beberapa pelaku perdagangan kecil, yang mengeluh, akibat harga barang di pasar merangkak naik hinga dua kali lipat.

@yusroyusvian : “Tahun ini ada 2 keluarga, tetangga saya kolaps. Profesinya, suami istri, sama. Suami sales pake motor ke warung-warung. Istri IRT, buka jahitan di rumah. Yg 1, istri di TKW kan, anak 2, kirim ke Simbah. Yg 1 lagi, motor u jualan dah ke jual. Income hanya dari jahitan, tak pasti. Kedua keluarga ini bisa bebas dari kelaparan karena di tanggung Simbah, ditanggung pak De, pak Lik u makan sehari2.”

@abangfatihgmail : “Sedih baaaang, belanja bahan baku mahal. Terus produk kita ga bisa d naikan harganya (bisa kabur pelanggan), alternatif nya kita kasih pilihan murah produk menengah..😑😑😑 yg beli jadi berkurang”

@diani_zubir : “Jahe susu & ketan susu tutup, karena harga jahe dari 13rb/kg jadi 50rb/kg dan beras ketan putih dari 14rb/lt jadi 22rb-27rb/lt, sementara harga jual jahe susu pergelas hanya 5rb 😓 pegimaneeee nasib ayeee.”

@True05858746 : “Gw jualan pisang gorwng kipas dan tahu isi pedaasss. Masa @SBYudhoyono bs nabung buat nyicil mobil operasional. Pegawai 6 org buka cabang 3 lokasi. Thn kedua masa @jokowi cabang mulai rontok. Thn ke4 masa @jokowi habis dahhh jualan gw. Semua serba mahal.”

@atikaridya : “Harga empon2 naik gila2an. Kencur aja udah 100 ribu lebih per kg. Sekarang di pasar ndak boleh beli kencur 2 ribu kayak dulu. Entah anomali apa ini sampe harga empon2 naik gila2a

Maka tidaklah mengherankan jika kemudian, salah satu pakar ekonomi Indonesia, DR. Rizal Ramli langsung menanggapi program Jokowi yang membebaskan para pemodal asing untuk masuk ke Indonesia, dan menguasai penuh beberapa sektor perdagangan yang selama ini menopang penghidupan rakyat kecil.

Mas @jokowi,, kok ini kaya sudah putus asa ? Sektor2 yg seharusnya untuk rakyat, UKM, dibebaskan 100% untuk asing spt warung internet, renda, pengupasan umbi2an, jasa survei, akupuntur, content internet dll ? Terus rakyat mau jadi kuli saja ” ucap Rizal Ramli melalui sebuah tulisannya yang beredar di sosial media.

Sebagai orang yang pernah dekat dengan Jokowi, ketika masih ,enjabat sebagai Menko Kemaritiman, Rizal Ramli berharap agar Jokowi kembali melihat kebijakannya, soal kepemilikan usaha 100 persen dari pengusaha asing untuk menguasai perekonomian kelompok UKM di Indonesia. Karena menurutnya sudah tentu program tersebut hanya akan membuat Jokowi menjadi semakin terpuruk di mata rakyat Indonesia.

Presiden @jokowi,, Mohon kebijakan yg sangat merugikan rakyat ini dibatalkan 🙏🙏 Sama sekali tidak ada roh Trisakti dan Nawacita-nya. Kok tega2nya ladang bisnis untuk rakyat, UKM, mau diberikan 100% sama asing ? Ini kampanye buruk sekali.” Ucap Rizal Ramli sambil menambahkan, “Ini namanya bukan membangun Indonesia tetapi membangun *di* Indonesia”. tulis Rizal Ramli yang saat ini dipercayakan oleh pengusaha pengusaha pribumi yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Bumiputera Indonesia (Asprindo), sebagai Ketua Dewan Pembina.

(Jall)

One Response to Paket Ekonomi 16 Jokowi, Rizal Ramli : “Ini Bukan Membangun Indonesia, Tapi Membangun Di Indonesia”

  1. Basri berkata:

    Hanya ada satu solusi #2019gantipresiden

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *