Warga Aceh Timur Kritisi Pemerintah : “Impor Berasnya Bisa, Tapi Bantu 16 Nelayan Aceh Ditahan AL Myanmar Tidak Bisa”

ACEH_JEMARINET – Ketika pemerintah yang hanya fokus soal impor dan juga sibuknya Presiden Joko Widodo beserta pembantu pembantunya muncul di berbagai sosial media, dan sebagian besar netizen menganggap demi pencitraan untuk merebut kembali kursi Presiden RI pada pilpres 2019 nanti, membuat miris.

Sementara itu di ujung Barat Indonesia, beberapa anggota keluarga dari Provinsi Aceh sedang berupaya untuk bisa menarik pemerintah agar mau untuk ikut membantu anggota keluarga mereka yang saat ini sedang ditahan oleh pihak pemerintah Myanmar.

Sebanyak 16 orang nelayan dari Aceh, yang sedang melaut tanpa disadari telah memasuki wilayah perairan Myanmar, di Kawthaung, Provinsi Thanintharyi, Myanmar, dari penelusuran media ini, diduga kapal yang memuat 16 nelayan tersebut mengalami kerusakan, hingga akhirnya memasuki perairan Myanmar.

Seluruh keluarga dari ke 16 orang nelayan ini, sudah kebingungan, dikarenakan mereka sama sekali tidam mendengar kabar dari anggota keluarganya yang sedang ditahan. Mereka hanya mampu berharap kepada Pemda Aceh Timur, khususnya Dinas Perikanan, agar bisa menyelamatkan para nelayan.

Dari Aceh sendiri, sebuah Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Timur, melalui Ketua Yayasan, Indra Kusmera, mencoba mendesak pihak pemda Kabupaten Aceh Timur dan Pemda Provinsi Aceh, untuk terus melakukan negosiasi dan pendekatan kepada pemerintah Myanmar agar segera dibebaskan. Inda sendiri beranggapan jika pihak pemda memang harus terus didesak, karena menurutnya sampai saat ini tidak ada kabar apapun yang diterima oleh pihak keluarga,

“Sampai saat ini belum pernah ada pihak pemerintah memberikan kabar tentang kondisi apapun dari 16 orang nelayan tersebut kepada pihak keluarga, ” ujar Indra yang mengetahui secara langsung kegelisahan para keluarga nelayan tersebut.

Sementara itu secara terpisah beberapa netizen yang dihubungi oleh media ini juga sempat kaget, karena mereka sama sekali belum sempat mengetahui kabar berita dari media yang dimaksud dengan media mainstream melalui layar kaca. Karena menurut mereka saat ini televisi terlalu banyak menayangkan persoalan politik, terutama pilpres 2019 nanti.

“Ini sudah keterlaluan, kok bisa kementerian luar negeri dan kementerian perikanan, tidak mengeluarkan pernyataan terkait kondisi mereka saat ini, atau seharusnya Presiden Jokowi berbicara, jangan cuma urusan gratisin tol sibuk bikin pengumuman,” ujar akun bernama @ratna kepada media ini.

Senada dengan @ratna, akun bernama @ipung juga merasa heran dengan sikap pemerintah pusat yang tidak mengeluarkan pernyataan apapun soal tersebut, “Mereka malah sibuk menggoreng sinetron berjudul “Fitnah” kepada Habib Rizieq yang didatangin oleh pihak keamanan Saudi Arabia, yang ternyata hasil rekayasa dari operasi intelejen busuk,” tulis Ipung kepada redaksi jemari.net

“Kami berharap kepada tokoh tokoh nasional dan Kementerian Luar Negeri agar bisa melakukan tindakan penyelamatan kepada mereka, kasihan pihak keluarga mereka yang sampai saat ini tidak tahu harus melakukan apa walau hanya sekedar untuk mengetahui kondisi serta kabar anggota keluarganya di Myanmar,” ujar Tengku Ronny salah satu anggota Partai Gerindra yang saat ini mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Aceh Timur.

Roni merasa heran dengan pemerintah pusat, karena beberapa kali pemerintah melakukan impor beras dari Myanmar, namun ironisnya, persoalan nyawa warganya yang sedang ditahan di Myanmar sama sekali tidak ada tindakan apapun, “Hentikan dulu pencitraannya, urusin dulu warganya di Myanmar yang sedang ditahan.” Pungkas Roni yang menyebutkan sudah 6 hari sampai saat ini, sejak tertangkap pihak Angkatan Laut Myanmar, pihak keluarga 16 nelayan belum menerima kabar apapun.

(Jall/sumber reportaseglobal)

(Sumber foto : gatra.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *