10 Juta Muslim Bersatu Di Jakarta, Netizen ; “Berkat Kebodohan kalian Bakar Bendera (Tauhid) !”

JAKARTA_JEMARINET – Rupanya netizen, khususnya peserta Reuni Alumni 212 (RA212) tahun 2018, sudah tahu kepada siapa mereka harus berterima kasih sampai bisa buat mereka berkumpul hingga mencapai jutaan umat, bahkan diklaim oleh sebagian netizen mencapai hingga 10 juta, mengalahkann ABI 212 tahun 2016, yang diperkirakan 7 juta umat.

Kali ini, selain RA212, umat Islam Indonesia, kembali berkumpul, untuk menyatakan sikap “Menolak” dengan tegas dan keras, kepada siapapun yang telah menuduh jika bendara Tauhid, yang juga, bagi kaum muslimin, adalah salah satu dari dua Panji Rasulullah, dipaksakan sebagai bendera milik organisasi HIzbut Tahrir Indonesia, (HTI) bahkan ada yg memaksakan jika itu adalah bendera organisasi teroris ISIS.

Aksi Bela Tauhid 212 kali ini, rupanya juga menjadi salah satu pengobat rindu bagi sebagian umat islam. Ketika terlaksananya aksi belas islam 212 tahun 2016 lalu, tidak sempat hadir, selain karena ada halangan dan terbentur waktu, juga ada tugas dan tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan.

“Saya kali ini bangga dengan menyebut bahwa saya juga Alumni 212, dan yang terpenting Kalimat Tauhid saya berhasil  ujar Boy dan rekan rekannya warga Bekasi yang hadir di Reuni Alumni 212, di Monas, Minggu (2/12/18). Boy sendiri tidak sempat hadir di aksi 212 tahun 2016 karena adanya kegiatan yang harus dia selesaikan.

Boy menganggap jika kejadian yang dilakukan oleh Banser membakar Bendera Tauhid, adalah rencana Allah SWT, kepada umat muslim termasuk dirinya. Sedikit berbeda dengan Boy, ada netizen yang ucapkan terima kasih kepada anggota Banser Garut, dan ada juga yang mengecam, bahkan menyebut perbuatan mereka dikarenakan kebodohan.

“Kalo 2016 kita harus berterima kasih pada ahok yang mampu menyatukan umat Islam, maka 2018 ini kita berterima kasih pada yang bakar bendera, kalian menyatukan kami.” Tulis akun @hafidz_ary. Dan tidak kalah garangnya postingan dari salah satu netizen, Akmal Sjafrie dengan memakai nama akunnya @malakmalakmal. “Terima kasih. Semua ini berkat kebodohan kalian! Ya, kalian yg bakar bendera (Tauhid-red) !”

Yang dimaksud oleh Akmal dengan “kalian”, adalah sekelompok anggota Banser, oleh sebagian netizen dijuluki “Banser Cebong”. Yang menganggap jika yang dilakukannya, membakar kalimat Tauhid pada sebuah kain berwarna hitam, di acara Hari Santri Nasional di Garut beberapa waktu lalu, adalah kemenangan.

Dan parahnya, tindakan Banser Cebong ini, justru dibela oleh Ketum GP Ansor, Yaqut Cholil, dengan menyebut jika yang dibakar adalah bendera HTI. Dan inilah puncak kemarahan umat muslim, karena pernyataan tersebut dijadikan pembenaran oleh pendukung dan juga kelompok pembenci Islam, karena dianggap ucapan tersebut keluar dari seorang tokoh pemuda yang beragama Islam.

Maka pergerakan umat Islam muncul, meminta agar pemerintah dengan jelas dan tegas menyatakan serta mengakui jika bendera tersebut adalah Bendera Tauhid, dan bukan Bendera HTI, yg dibawah kalimat tauhid tertulis nama HTI. Apalagi menyamakan dengan bendera ISIS.

Karenanya beberapa kali aksi bela Tauhid dilakukan oleh beberapa ormas Islam, hingga puncaknya ketika masuk pada tanggal 2 Desember 2018, dan kali ini, berhasil mengumpulkan jutaan umat muslim, yang diperkirakan mencapai hingga kurang lebih, 10 juta orang dari berbagai daerah, dan juga dari berbagai golongan dari luar Islam, ikut meramaikan Reuni Alumni 212 yang juga dijadikan bagian dari aksi membela kalimat Tauhid.

(Jall)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *