Harga Minyak Dunia Merosot, Pemerintah Membisu, Netizen ; “Giliran Naik, Diam Diam BBM Udah Naik”

JAKARTA_JEMARINET – Masih segar di ingatan kita, ketika kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), untuk jenis kendaraan, dimulainya pada bulan November 2014, oleh pemerintah. Saat itu, pemerintah bersikeras dengan alasan jika harga minyak dunia naik, maka kenaikan BBM di dalam negeri tidak bisa ditahan.

Dan Sejak itu kenaikan BBM terjadi beberapa kali, dan parahnya, kenaikan harga BBM dilakukan pada saat tengah malam, dan masyarakat tidak sempat mengetahui. Tiba tiba saja paginya, pengendara dikagetkan dengan harga yang telah berubah.

Seperti halnya di tahun 2014, naiknya BBM masih dengan alasan yang sama, “karena harga minyak mentah dunia naik”, seperti yang dikatakan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, sekitar bulan Juli 2018 lalu.

“Minyak mentah dunia, adalah bahan baku utama BBM, karenanya, kenaikan minyak dunia, maka otomatis harga BBM dalam negeri juga ikut naik,” ujar Adiatmo dihadapan awak media saat itu.

Pemerintah masih belum puas, dan ini untuk yang ke-12 kalinya. Tidak berselang lama, hanya dalam jangka waktu tiga bulan, Oktober 2018 lalu, tiba tiba saja, pemerintah kembali menaikkan harga BBM, dan tentu saja alasan kenaikan itu dikarenakan harga minyak mentah telah naik.

Dan memasuki bulan November 2018, tiba tiba saja, harga minyak dunia turun. Bahkan bisa dikatakan “menukik” tajam selama sepekan lalu, hingga mencapai 11,92 % secara point-to-point. Sementara light sweet jatuh ke 10,69%. Dan ternyata selama sebulan terakhir, harga brent sudah berkurang hingga 28,98%. Dan kondisi ini sudah mulai terjadi sejak tanggal 9 November 2018.

Namun anehnya, baik dari Istana, maupun pertamina, khususnya Wakil Presiden Bidang Komunikasi Pertamina, Adiatmo, sejak sepekan lalu, sama sekali tidak muncul untuk memberikan pengumuman atau pernyataan, akan ada penurunan harga BBM.

Tuntutan masyarakat, sepertinya sudah sewajarnya. Karena alasan selama ini, BBM dinaikkan karena harga minyak mentah naik, tapi tidak demikian, ketika, harga minyak dunia turun tajam. Sama sekali tidak ada tanda, maupun tindakan apapun, dari pemerintah. Soal turunnya harga minyak dunia. Apalagi berencana untuk menurunkan harga BBM.

Pertamina belum juga turunkan harga yang non subsidi ya? Kalo gitu besok-besok gak usah pake alasan harga minyak dunia lagi ya.” Posting akun sosial media twitter, @CepJohan alias Johan Khan.

Bahkan karena pesimisnya netizen, hingga akhirnya mereka menulis prediksi sekaligus menyindir, Jika pengumuman dari pemerintah untuk menurunkan harga BBM, akan terjadi menjelang dekat dengan pemilihan presiden.

Belum waktunya turun bro, nanti menjelang pilpres buat ngejaring suara mukidi.” Tulis @owi_wijaya yang juga meneruskan pertanyaan tersebut, kepada salah satu akun milik Pertamina @RetailPertamina untuk menjawab, pertanyaan dari @CepJohan. Namun sama sekali tidak direspon oleh pihak Pertamina.

“Beginilah kondisi cara menjalankan perekonomian rakyat saat ini, giliran harga minyak dunia naik, pemerintah koar-koar jika pertamina merugi kalau harga BBM tidak naik, bahkan tengah malam, tiba tiba dinaikkan. Tapi giliran sudah sepekan turun, Pemerintah dan pertamina hanya diam membisu,” ujar Ipung, salah satu penggiat sosial media, dan ikut bergabung dalam kelompok fenomenal twitter, “Jempol Rakyat”.

(Jall/sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *