Waspada…Beredar Buku, 3 Dedengkot PKI Dijadikan “Pahlawan Terhebat Pengubah Indonesia”

JAKARTA_JEMARINET – Kebangkitan paham komunis rupanya sudah mulai dilakukan secara terang terangan, jika beberapa waktu lalu, kemunculan benih benih komunis di Indonesia, mulai muncul melalui beberapa orang yang mengenakan baju kaos yang bergambar palu arit, lambang dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

PKI pertamakali muncul pada tahun 1926 dengan basis utama di Madiun, di bawah pimpinan Muso. Setelah pemberontakan yang coba dilakukan di Madiun gagal, beberapa petinggi PKI melarikan diri ke China dan Uni Sovyet.

Kemudian setelah tenang dan dirasa aman mereka kembali, dan tahun 1948 PKI kembali aktif dibawah kepemimpinan Dipa Nusantara Aidit, dan berbasis di Jakarta, hingga tahun 1965 PKI mengklaim telah memiliki pengikut sebanyak 2 juta orang.

Merasa telah kuat, dan dilengkapi dengan “pasukan” yang dinamakan Angkatan ke 5 yang telah dipersenjatai, PKI mulai menyusun rencana untuk menghabiskan nyawa beberapa Jenderal TNI, dan dikenal dengan kejadian Gerakan 30 September atau Gestapu PKI.

Kini setelah kemerdekaan dan tergulingnya pemerintahan Soeharto, dan Gusdur diangkat menjadi Presiden, mengeluarkan kebijakan membebaskan para tahanan politik di seluruh Indonesia.

Kini anak anak bekas petinggi PKI, bersama dengan pengikutnya, mulai menyebarkan paham Komunis yang sampai saat ini masih sebagai paham terlarang yang dituangkan dalam Ketetapan MPRS XXV/MPRS/1966 Tahun 1966, bersama dengan paham Leninisme dan Marxisme.

Kini pengikut komunis mulai mencoba untuk bisa memasuki berbagai jabatan strategis dipemerintahan, bahkan sebagian lainnya telah memasuki jabatan sebagai Anggota DPR RI.

“Pelan Namun Pasti” paham komunis mulai disebarkan lewat berbagai cara. Salah satunya adalah lewat buku yang jelas jelas telah memutar balikkan fakta sejarah.

Buku yang berjudul “Para Pahlawan Terhebat Pengubah Indonesia” karangan Radis Bastian, oleh Penerbit Palapa, memasukkan nama DN Aidit, Muso dan Semaun dengan gelar “Para Pahlawan Pengubah Indonesia di Bidang Aktifis-Politik”.

Di halaman bagian dalam buku yang dijual dengan harga Rp. 55 ribu, berisikan pembahasan lengkap tentang Muso dan DN Aidit yang dijabarkan dengan lengkap. Alasan Radis si pengarang dengan berani dan tanpa merasa bersalah tidak diketahui dengan jelas, memasukkan ketiga tokoh yang pernah membuat sejarah kelam Indonesia, dengan melakukan pembantaian terhadap anak anak santri Indonesia dan juga para Kyai dan tokoh tokoh setempat, dimana PKI membangun basisnya.

Hingga puncaknya pembunuhan delapan jenderal, enam di Jakarta dan dua di Yogyakarta, akhirnya PKkI dianggap sebagai pengkhianat bangsa, karena telah melakukan pengkhianatan.

Sejarah kelam para penganut paham yang tidak mengenal dan tidak mempercayai adanya tuhan ini, hingga kini masih menyisakan jejak jejak di beberapa daerah yang menjadi tempat pembunuhan dengan korban terbanyak, dengan dibangunnya monumen untuk mengingatkan betapa jahatnya paham Komunis dan tentunya tidak akan bisa hidup berdampingan dengan bangsa Indonesia yang berasaskan Pancasila, dimana pada sila pertama berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

(Jall/sumber)

One Response to Waspada…Beredar Buku, 3 Dedengkot PKI Dijadikan “Pahlawan Terhebat Pengubah Indonesia”

  1. Abdul Rohman berkata:

    Tolong kepada penerbit palapa agar tidak diterbitkan lagi buku tersebut, dan kepada pihak berwenang mohon segera di sikapi hal semacam ini, agar jangan sampai sejarah indonesi tidak putar balikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *