Netizen : “Pilpres 2019 Bukan Soal Agama, Tapi Soal Ekonomi & Hukum Yang Adil, Sudah Hancur”

JAKARTA_JEMARINET – Ketika Prabowo Subianto memberikan pidato pembekalan kepada Relawan Prabowo-Sandi di Gedung Istora Senayan Jakarta. Prabowo menyebutkan jika sebenarnya banyak para petinggi negeri dan tokoh tokoh nasional lainnya, yang mendatangi dirinya untuk memberikan dukungan. “Karena alasan ketakutan maka mereka tidak berani melakukannya secara terang terangan.” Ujar Prabowo kepada 7 ribu lebih anggota Relawan Prabowo-Sandi yang terbagi di beberapa kelompok, namun hampir keseluruhan relawan yang hadir dikuasai oleh para pendukung dari sekelompok Emak-emak yang memenuhi sekitar 85 persen isi gedung.

Sementara itu Sandiaga Uno sendiri tidak terlihat didalam acara pembekalan relawan tersebut, karena Sandiaga terjadwal sedang melakukan kunjungan di Sumatera Utara. Dan betapa berbahagianya Sandiaga yang untuk kesekian kalinya, menerima langsung penghargaan sekaligus dukungan serta kesiapan dari sekelompok warga suku Batak dan sekelompok caleg dari Forum Caleg PBB, yang juga menyatakan akan siap mengawal Pilpres hingga ke tahap proses rekapitulasi suara di wilayahnya.

Sandiaga sendiri tidak bisa menahan haru ketika menyaksikan langsung bagaimana proses kepercayaan dari Prabowo dengan dirinya, untuk masyarakat, lalu masyarakat kembali menitipkan kepercayaan mereka kepada dirinya dan Prabowo agar bisa membuat bangsa Indonesia berjaya kembali, dan mampu membuat masyarakat untuk menerima hak mereka sebagai rakyat Indonesia, dari Bumi Nusantara.

Rupanya kisah dukungan yang terus saja mengalir dari berbagai elemen masyarakat, baik secara pribadi, secara kelompok ataupun muncul sebagai relawan pendukung, terus berdatangan. Bahkan salah satu netizen yang menggunakan nama @Ifulmd, menjadi saksi, bagaimana kawan kawannya, dari suku Batak, baik yang bergama Islam maupun yang bergama Kristen, bahkan ada temannya yang keturunan Tionghoa, yang dikenalnya sebagai Tionghoa garis keras, justru muncul dan menyatakan diri sebagai pendukung Prabowo-Sandi.

Iful bermaksud menjelaskan jika perjuangan Prabowo-Sandi yang dimaksud olehnya bukan karena pertarungan antar agama, baik Islam vs Kristen atau dengan agama lainnya. Namun lebih pada persoalan Ekonomi dan keadilan hukum yang semakin terpuruk dan dipermainkan sesuka hati dan selera untuk kepentingan kelompok.

Berikut, beberapa komentar netizen yang berhasil dirangkum untuk dimuat, terkait dengan persoalan pertarungan pilpres 2019, yang mereka anggap dan sadari jika ini murni bukan persoalan agama seperti yang sering dibuat oleh beberapa pendukung capres lainnya. Namun mereka berbalik mendukung Prabowo-Sandi karena merasakan sendiri bagaimana pengelolaan Ekonomi negeri yang amburadul lalu ditambah dengan pelaksanaan “Hukum Yang Tidak Berkeadilan”.

@Ifulmd : “Ini fakta, sekarang banyak teman saya yg batak muslim maupun non muslim juga tionghua yang militan, berbalik mendukung @prabowo @sandiuno, karena mereka melihat dan merasakan bagaimana kondisi real saat ini…”

@bangun_d : “Betul, Kondisi real. Bukan “katanya” atau polesan media. Kita merasakannya dgn nyata. Mayoritas masyarakat “berkeluh kesah”

@Dompokjawa20 : “Betul, coba anda jalan dr Cileungsi ke rw panjang Bekasi,kini banyak pabrik2 yg tutup/bangkrut dan banyak mantan karyawan yg demo menuntut pesangon yg tdk di bayar..

@ZIndradewa : “Semoga Tuhan Yg Maha Kuasa, membuka wawasan baru yg seluas luasnya, bagi teman teman, agar berfikir lebih cerdas, dan hati yg lebih jernih, untuk melihat kondisi bangsa dan negara ini. Kita cinta negeri ini, krn disini kita berteduh sampai akhir kehidupan kita. Aamiin.”

(Jall)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *