Jokowi Janji Tahun 2019 Stop Impor TKA, Netizen : “4,5 Tahun Ngapain Aja Pak ?”

JAKARTA_JEMARINET – Membanjirnya tenaga kerja asing (TKA), terutama TKA asal China ke Indonesia, sudah sejak lama diributkan oleh netizen. Karena dianggap pemerintah justru menaikkan angka pengangguran di Indonesia.

Apalagi janji kampanye Jokowi pada pilpres 2014 lalu yang menjanjikan akan membuka lapangan kerja untuk 10 juta tenaga kerja. Yang sampai saat ini, memasuki masa jabatannya akan berakhir, tidak terwujud sama sekali.

Bahkan netizen menuduh jika kebutuhan tenaga kerja sebanyak 10 juta orang, sebenarnya bukan diperuntukkan bagi tenaga kerja dari dalam negeri, namun untuk TKA asal China yang masuk bekerja di beberapa perusahaan yang melakukan investasi dari negeri mereka sendiri. Terutama di bidang pertambangan dan proyek pembangunan infratsruktur. Baik dari swasta maupun pemerintah.

Namun pemerintah, melalui presiden Jokowi langsung, sempat mengeluarkan pernyataan jika dibandingkan dengan tenaga kerja asal Indonesia di China justru lebih banyak dibandingkan dengan masuknya tenaga kerja asal China ke Indonesia. Bahkan Pemerintah sempat menyebut jika tenaga kerja asli Indonesia, sebenarnya belum memiliki keahlian dibandingkan dengan tenaga kerja asal China yang masuk ke Indonesia.

Seperti memancing kegaduhan, netizen, lalu memposting berbagai keberhasilan dan penghargaan dari negara negara lain yang justru memakai jasa dan tenaga asal Indonesia, yang dianggap lebih mampu dibandingkan asal China. Dan ada juga beberapa tenaga kerja yang langsung memposting bagaimana mereka dianggap lebih dianggap penting selama mereka bekerja diperusahaan di luar negeri.

Pernyataan Pemeritah yang menganggap masuknya TKA asal China karena memang memiliki keahlian yang belum dimiliki oleh tenaga kerja asli Indonesia, kembali dipatahkan oleh netizen yang berasal dari salah satu lokasi penempatan TKA asal China, di sebuah perusahaan Tambang di Morowali Sulawesi Tengah.

Foto dan video yang disebarkan oleh netizen dan kemudian dibagikan kepada netizen lainnya, memperlihatkan bagaimana para TKA asal China tersebut, justru bekerja sebagai tenaga buruh, seperti mengerjakan pekerjaan kasar dilokasi penambangan, atau membuat bangunan baru. Bahkan ada yang bercerita jika mereka hanya menjadi supir truk, seperti yang pernah diceritakan oleh salah satu penduduk di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, yang menyaksikan langsung setiap hari, supir truk berwajah oriental, namun sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia, yang bekerja di Perusahaan Semen Merek Cronch.

Kini tiba tiba, sebuah pernyataan yang dianggap lucu oleh netizen, dikeluarkan oleh pemerintah, melalui, Kepala Kantor Staff Kepresidenan, Moeldoko, yang menyebutkan saat ini pemerintah sedang bercita cita untuk menghentikan impor TKA. Dan program ini akan dimulai tahun depan, 2019, dengan mulai meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya untuk tenaga kerja Indonesia.

Moeldoko mengatakan jika dirinya baru mengetahui alasan dan “Cita-cita” presiden Jokowi, untuk meningkatkan SDM ditahun 2019 nanti, karena Presiden akan mempersiapkan tenaga kerja dari dalam negeri, untuk investor baru pada tahun 2019 nanti.

“Sebenarnya kami baru tahu alasannya, ketika dalam sebuah rapat terbatas di Bogor (Rabu, 21/11/18), dan meminta kepada jajarannya untuk merevitalisasi pendidikan vokasi, dan penataan kembali kurikulum pendidikan 2019, untuk sekolah menengah kejuruan,” ujar Moeldoko di hadapan wartawan, Jumat (23/11/18).

Beberapa netizen langsung mengomentari pernyataan Moeldoko yang telah mengetahui dari berita yang telah diterbitkan sebelumnya. Salah satunya adalah warga Lombok, Ipung yang langsung menertawakan “cita cita” Jokowi yang dianggapnya hanyalah sebagai pencitraan belaka.

“Selama 4 tahun Pak Jokowi kemana saja ? Kok baru sadar setelah mendekati pilpres pak ? Janji 10 juta tenaga kerja tidak tidak tahu dimana, ini malah baru mau bercita cita,” ujar Ipung yang menertawakan keinginan Jokowi, yang dibeberkan oleh Moeldoko.

Ipung melanjutkan, ketika hebohnya dunia maya terkait dengan keberadaan TKA asal China, Jokowi dianggapnya hanya diam saja tanpa memberikan komentar atau reaksi apapun, bahkan Ipung mengingatkan juga soal kemudahan yang diberikan oleh Jokowi kepada TKA asal China yang masuk bekerja di Indonesia.

“Justru disaat petugas di lapangan menegakkan aturan soal imigrasi, malah presidennya memarahi departemen terkait, bahkan menyuruh agar memberikan keleluasan dan kelonggaran kepada TKA yang akan masuk ke Indonesia bekerja, jadi “cita cita” jokowi soal SDM dan stop impor TKA itu hanyalah pencitraan untuk pilpres 2019 nanti,” ujar Ipung yang menyebutkan bahwa saat ini rakyat sudah terlaniur tahu dengan gaya pencitraan Jokowi.

Karena menurutnya, masyarakat sudah tahu gaya pencitraan Jokowi, karena belajar dari pilpres 2014 lalu, yang dianggapnya sampai saat ini, seluruh janji kampanye tidak terbukti, “Buktikan saja dulu janji akan menyediakan lapangan kerja untuk 10 juta tenaga kerja bagi anak negeri ini, apakah sudah terbukti ?” Tanya Ipung dengan nada sedikit tinggi, yang meyakini jika 10 juta tenaga kerja itu diperuntukkan bagi TKA asal China.

Soal pernyataan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, yang mengklaim jika selama lima tahun pemerintah telah menyerap tenaga kerja sebanyak 10 juta lebih. Menurut Ipung jika hal tersebut benar terjadi, maka tidak mungkin pemandangan di tempat tempat penerimaan kerja yang harus saling berebut hingga ada yang pingsan, lalu ada juga pemandangan antrian yang memanjang hingga bisa mencapai beratus ratus meter, hanya demi untuk mendapatkan posisi sebagai pelayan di restoran cepat saji.

“Jika memang ada datanya ungkapkan ke masyarakat agar tidak menjadi polemik, berapa tenaga kerja lokal di sektor pertambangan ? Atau di proyek infrastruktur yang kontraktornya asal China ? Apakah mereka bekerja sebagai tenaga ahli atau hanya sebagai kuli saja ?” Tanya Ipung membalas pernyataan Menaker.

Ipung menyebutkan jika saat ini penyerapan tenaga kerja terbanyak hanya di bidang jasa sebagai tukang ojek online. Yang pelamarnya mencapai ribuan orang di setiap daerah di Indonesia yang mengoperasikan ojek online, “Apakah ini yang dimaksud dengan 10 juta tenaga kerja sudah terserap ?”.

(Jall/sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *