Sandiaga Uno Di Mata Motivator : “Taat Aturan, Shaleh, Suka Berbagi Ilmu & Tidak Mudah Berjanji “

ACEH_JEMARINET – Ternyata kepribadian dan disiplin yang ditunjukkan dan dijalankan oleh Cawapres Sandiaga Uno, benar benar membuat seseorang memiliki pandangan yang begitu dalam, hingga merubah sikap orang tersebut.

Pertemuan secaa tidak sengaja, antara Sandiaga Uno dengan seorang profesional motivator bernama Jamil Azzaini, di sebuah Hotel di Aceh, ketika dirinya kebetulan menginap di hotel yang sama dengan Sandiaga Uno, hingga akhirnya Jamil diajak Sandiaga Uno untukikut bersamanya menyapa warga Aceh, sejak subuh dimulai di Mesjid Ulee Kareng, Aceh.

Selama bersama Sandiaga, mulai dari Shalat subuh berjamaah, lalu dilanjutkan dengan minum kopi bersama dengan jamaah di sebuah kedai kopi bernama Solong Coffee.

Disinilah Jamil Azzaini secara dekat dan langsung melihat siapakah Sandiaga Uno sebenarnya, dan bagaimana Sandiaga mengajak para pendukungnya untuk bersama sama saling belajar.

“Bukan berbicara sambil mengajak untuk mencoblos nomor dua, tapi beliau malah lebih senang mengajak bagaimana sebaiknya mereka bisa meningkatkan taraf hidup dengan menjalankan bisnis, yang memang milik warga asli Indonesia, hingga bisa mencapai ke tingkat Internasional,” tulis Jamil yang kemudian disebarkan ke berbagai grup sosial media, khususnya Sosmed WhatsApp.

Jamil menceritakan seluruh pengalamannya, dalam bentuk sebuah tulisan, ketika diajak oleh Sandiaga untuk mengikuti Shalat Subuh berjamaah, lalu menikmati kopi di sebuah kedai kopi Solong Coffee.

Berikut isi tulisan Jamil yang kemudian menjadi viral, dan dibagikan ke berbagai grup sosial media, terutama grup yang tersebar di Sosmed WhatsApp.

“Selama di Banda Aceh saya menginap di hotel yang sama dengan calon wakil presiden no urut 2, mas Sandiaga Uno. Tadi malam saya diajak gabung acara beliau tetapi saya tidak bisa karena sudah ada acara lain..
.
Menjelang Subuh saya buka HP, ternyata ada wa dari mas Sandi yang dikirim pukul 23.57 wib “besok pagi saya sholat subuh di Masjid Ulee Kareng, Gabung yuk”. Saya pun meluncur menuju masjid..
.
Usai Subuh saya kira beliau memberi sambutan, ternyata tidak. Saat keluar masjid jamaah banyak yang ngajak foto. Saat jamaah mengeluarkan dua jari, beliau berkata “jangan ini masjid, tidak boleh kampanye”. Saya tertegun dan kagum, betapa ia sangat disiplin memegang aturan..
.
Setelah itu, saya ikut rombongan berjalan menuju Kedai Kopi. Ia menyantap hidangan yang disediakan. Setelah itu ia memberi sambutan dan doa “Yuk tahun 2019 jadikan tahun kopi. Kedai Kopi Aceh buka di Jakarta, Jawa, Singapura, Kualalumpur, Mekah, Madinah”..
.
Selama sambutan saya kira beliau mengajak hadirin untuk memilih nomor urut 2, ternyata tidak. Beliau lebih banyak memberikan inspirasi. Salah satunya tentang asal usul nama kedai kopi Solong..
.
Pemilik kedai kopi ini dulu pernah menolong orang beretnis Tionghoa. Orang yang ditolong ini sering berkata “Oe mau ke Ulee Kayeng, jumpa olang yang solong oe”. Solong itu artinya tolong. Sejak saat itu, kedai kopi ini terkenal bernama Solong..
.
Mas Sandi mengambil inspirasi dari kisah ini “itulah Islam yang rahmatan lil ‘alamin, menolong tidak pandang suku, ras dan agama”..
.
Pagi ini, sambil nyruput kopi di Kedai Kopi Solong saya mendapat pelajaran tentang, disiplin, kesantunan, kesholehan, pentingnya mental entrepreneur dan jangan mudah mengobral janji..
.
Terima kasih mas Sandi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *