Walau Bukan Alumni ABI 212, Namun Warga Bekasi Bertekad Menjadi Alumni Bela Tauhid 212

JAKARTA_JEMARINET – Sepertinya pelaksanaan Reuni Akbar 212 yang akan dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2018 nanti akan terlaksana dengan sukses, walaupun pesertanya nanti tidak sebanyak ketika dilaksanakannya Aksi Bela Islam 2 Desember 2016 lalu, dimana diperkirakan jumlah peserta mencapai hingga kurang lebih juta umat Islam yang hadir.

Walaupun sudah sempat dilakukan reuni 212 lalu, namun reuni pada tahun 2018 yang tinggal beberapa hari lagi, diperkirakan meningkat lebih banyak lagi karena juga dibarengi dengan “Aksi Bela Tauhid”, kelanjutan dari Aksi Bela Tauhid sebelumnya sebanyak 2 kali, yang pertama di Kementerian Politik Hukum dan keamanan, tanggal 26 Oktober, lalu dilanjutkan lagi pada tanggal 2 November, depan Istana Negara.

Dan Aksi Bela Tauhid yang ketiga kali ini, dilaksanakan, bersamaan dengan reuni Aksi Bela Islam 212. Dan pelaksanaannya kali ini, dilakukan dengan arahan langsung oleh Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Sihab yang menjadi tokoh sentral dalam setiap aksi bela Islam.

HRS akhirnya didaulat oleh sebagian besar peserta ABI 212 sebagai Imam Besar Indonesia, karena berhasil menghentak penduduk Indonesia, bahkan dunia, ketika aksi yang dilakukan, dengan jumlah peserta kurang lebih 7 juta umat islam.

Dan usai aksi, jangankan melihat ada pengrusakan terhadap fasilitas milik pemerintah, bahkan tidak ada satupun rumput yang terinjak atau bunga yang rusak karena oleh ulah peserta aksi. Salin menjaga dan mengingatkan menjadi kunci bersatunya umat Islam saat itu.

Dan yang paling membuat kagum dan tidak kalah hebohnya di sosial media, ketika acara aksi berlangsung, suguhan makanan dan minuman terus berdatangan dari berbagai kelompok ataupun pribadi kepada peserta aksi yang lain, dan puncaknya ketika selesai, tidak ada satupun tumpukan sampah bekas makanan ataupun minuman yang tercecer di lokasi tempat para peserta melakukan aktifitas, baik ketika shalat Jumat berjamaah, maupun mendengarkan penyampaian para ulama dan undangan lainnya yang hadir. Semuanya tersimpan rapi dalam kantong plastik sampah yang memang khusus dibawa dan disiapkan oleh peserta aksi dan panitia.

Dan aksi di reuni 212 kali ini, ternyata menjadi momentum bagi beberapa orang yang tidak sempat hadir dalam aksi 212 lalu, kini mereka sidah mengatur jadwal, dan berusaha untuk hadir bersama anggota keluarga mereka.

“Iya mas, saya sangat menyesal tidak hadir saat aksi 212 lalu, saya melihat wajah teman teman saya yang begitu berseri dan semangat bercerita pengalaman mereka saat itu, dan kali ini saya harus hadir,” ujar Boy seorang warga Jakasampurna Bekasi Barat, yang juga sudah menyiapkan bendera tauhid yang akan dibawanya nanti.

Bahkan bukan hanya Boy sendiri saja, banyak rekan dan keluarga mereka sudah bertekad untuk hadiri Aksi Bela Tauhid 212, “Kami memang bukan alumni 212, tapi kami akan menjadi Alumni Bela Tauhid 212, Insya Allah kami akan hadir demi kalimat La Ilaha Ilallah, Muhamadaan Rasulullah,” ujar rekan Boy lainnya.

Bendera Tauhid memang menjadi salah satu alat untuk pelaksanaan Reuni 212 dan Bela Tauhid nanti, bahkan di beberapa postingan di sosial media, banyak foto yang disebarkan netizen, yang memperlihatkan bagaimana sibuknya para pemilik usaha sablon dengan pegawainya yang mencetak kalimat Tauhid di berbagai warna kain. Ini juga atas permintaan dari HRS kepada alumni 212, agar hadir sambil membawa bendera tauhid dengan berbagai macam warna.

Dan yang tidak kalah hebohnya, kehadiran grup Gambus Nisya Syaban sebagai pengisi acara. Grup yang berisikan anak anak muda Muslim ini memang sedang digandrungi oleh para kaum muda juga anak anak kecil muslim, karena penyajiannya yang dianggap bisa mewakili keinginan kaum muda menikmati musik religi islam dengan indah dan syahdu.

Peserta aksi dari luar kota memang sudah mulai menunjukkan responnya, bahkan ada yang ingin dan ada yang sudah melakukan napak tilas para “Mujahid mujahid ABI 212” dari Ciamis yang terpaksa berjalan kaki, akibat angkutan mereka yang tiba tiba membatalkan perjanjian sewa secara sepihak, dengan alasan tidak diperbolehkan, membawa mereka ke Jakarta.

Dan para Mujahid Ciamis inilah yang menjadi salah satu motor penggerak dan penyemangat bagi masyarakat dari daerah lainnya untuk ikut hadir, dan setibanya di lokasi yang sudah padat, mereka diberikan sebuah tempat terhormat berada di barisan paling depan bersama para ulama dan peserta aksi yang sudah terlebih dahulu datang sejak sehari sebelumnya.

Rupanya kedatangan peserta aksi sebenarnya sudah mulai berdatangan, seperti yang sempat ditemui oleh media ini, ketika serombongan anak anak remaja tanggung yang sedang berjalan kaki membawa bendera tauhid berukuran kecil dan berjalan kaki ke arah Pasar Tanah Abang dengan tujuan Monas.

Ketika salah satunya sempat ditanyakan, 1mereka mengaku berasal dari salah satu daerah di Jawa Barat, dan memang berencana untuk hadir dalam aksi bela tauhid dan reuni 212 nanti. Namun mereka sengaja tiba lebih dahulu karena akan mengikuti kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Monas, Selasa 20 November 2018.

Sayangnya tidak begitu banyak yang bisa diceritakan, karena rekannya yang lain terus saja berjalan, karena takut ketinggalan pemuda yang belum sempat ditanyakan namanya ini sudah berlari menyusul bergabung meninggalkan media ini yang tersadar karena tidak sempat mengambil gambar, di tengah keramaian Tanah Abang di seberang jalan pintu keluar kendaraan dari pusat perbelanjaan Thamrin City.

(Jall/sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *