Kubu Jokowi Tidak Bisa Paparkan Program Ekonomi, Soal Sepele Diributkan

JAKARTA_JEMARINET – Seperti yang disampaikan oleh salah satu anggota dari kelompok di sosial media twitter, Jempol Rakyat, jika terpuruknya ekonomi rakyat saat ini sengaja didiamkan dan berusaha untuk ditutup tutupi oleh kubu Capres Jokowi-Ma’ruf.

“Selama 10 tahun Pak SBY menjadi presiden, kondisi ekonomi kita cukup bahkan bisa dikatakan bagus, tapi sayang presiden berikutnya, jangankan meningkatkan dari peninggalan SBY, untuk mempertahankan saja tidak bisa, bahkan bisa dikatakan semakin carut marut,” ujarnya kepada media ini ketika dihubungi.

Menurutnya sampai dengan saat ini tidak pernah ada satupun dari pendukung petahana di sosial media, yang berani mengeluarkan dan membeberkan soal kondisi ekonomi Indonesia, sejak dimulainya 4 tahun lalu, hingga saat ini.

“Karena banyak data dan jejak rekam yang dipegang oleh pakar ekonomi yang melihat jatuhnya perekonomian rakyat selama Jokowi beserta gerbongnya menjalankan roda pemerintahan,” ujar Ipung tegas, dengan mencontohkan bagaimana otoriternya Kementerian Perdagangan, tetap melakukan impor beras disaat beras dalam negeri justru aman dan ditambah lagi petani sedang panen. Namun tetap saja impor tanpa mau mendengar saran dari Kabulog, yang justru dipindahkan akibat mencoba untuk menolak impor beras.

“Jadi tidak perlu menjadi pakar ekonomi seperti Pak Rizal Ramli, untuk menyadari persoalan ekonomi yang sedang memburuk saat ini,” ujarnya sedikit keras, sambil menyebutkan jika pemerintahan saat ini lebih cocok di sebut jaman “Orson alias Orde Sontoloyo”, karena pembangunan infrastruktur lebih banyak dibungkus dengan niat pencitraan, bukan dengan niat untuk kemakmuran rakyat.

Rizal Ramli sendiri sebelumnya sempat mengeluarkan pernyataan pedas kepada dua calon, jika sebaiknya dari kedua pihak secara cerdas mengeluarkan dan memaparkan soal program, terutama soal strategi dan target ekonomi kedepannya, baik itu ekonomi makro maupun ekonomi rakyat.

“Bukannya malah mempersoalkan soal tebal atau tipisnya tempe seperti ATM yang dijual dipasar, apalagi saat ini, soal tampang boyolali, hingga yang terbaru, soal genderuwo,” ujar Rizal Ramli mengkritik kedua kubu.

Namun Rizal juga berkeyakinan jika urusan soal tampang Boyolali, Genderuwo, sontoloyo, tempe setipis ATM, sengaja digoreng terus terusan, oleh pendukung Jokowi, dikarenakan kubu Jokowi tidak memiliki kesiapan untuk adu program terutama soal ekonomi Indonesia saat ini.

“Yang berkuasa tidak berani ngomong (soal ekonomi) karena banyak kelemahannya.” Ujar Rizal Ramli, ketika berkunjung ke Media Center Prabowo-Sandi di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Partai Gerindra sendiri akhirnya menyadari bahkan membenarkan apa yang dikatakan oleh Rizal Ramli soal munculnya kampanye yang hanya menyuarakan hal hal kecil dan tidak penting untuk diperdebatkan, karena hal itu tentu saja tidak akan sama sekali memberikan pencerahan kepada masyarakat soal apa yang direncanakan agar bisa dicapai jika terpilih menjadi presiden.

“Setuju, jika kampanye kita fokuskan ke pemaparan program dan visi misi, agar masyarakat tahu seperti apa tujuan dan rencana untuk menjadikan Indonesia menjadi kembali jaya, kuat dan memakmurkan hidup rakyat Indonesia,” ujar Ketua DPP Partai Gerindra, Sodik Mujahid.

Sodik menyadari jika kubu sebelah telah berhasil membuat peta peperangan hanya berputar di sekeliling persoalan yang tidak penting, seperti “Sontoloyo”, Genderuwo, tampang Boyolali, termasuk dengan esemka, motor listrik, jalan jalan naik chopper. Kesemuanya itu tanpa disadari oleh pihaknya.

“Dilapangan kami benar benar disibukkan dengan hal hal seperti itu, hingga kita menjadi sibuk untuk menjawab dan mengklarifikasi,” ujarnya kepada salah satu media nasional yang menghubunginya melalui selular.

Bahkan Ipung meyakini jika Cawapres Ma’ruf Amin sebenarnya secara sengaja melontarkan berbagai pernyataan yang mengundang kontroversial, agar perhatian masyarakat teralihkan dari tuntutan untuk memaparkan program dan visi misi terbaru mereka.

“Apagunanya mereka bikin janji baru, kalau yang janji 2014 saja masih belum dipenuhi dan dibuktikan,” Pungkas Ipung.

(Jall/sumber)

2 Responses to Kubu Jokowi Tidak Bisa Paparkan Program Ekonomi, Soal Sepele Diributkan

  1. darma berkata:

    yg jelas Orson banyak kebohongan,4tahun menunggu perubahan perbaikan ekonomi,tetapi hasil makin susah

  2. Aryanko dollars berkata:

    Bener jg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *