Bahas Soal Konstelasi Politik Perempuan, Tsamara Bantah Berkampanye Di UGM

YOGYAKARTA_JEMARINET – Entah karena alasan apa hingga pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, memberikan ijin kepada Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia, Tsamara Amany hadir, pada Rabu (14/11/18), sebagai pembicara dalam acara Feminist Talkshow.
Kehadiran Tsamara dalam acara yang diselenggarakan dengan tema “Perempuan Dalam Kebijakan Publik” yang diselenggarakan di Digilib Cafe, Fisipol UGM. Menjadi pertanyaan dari netizen, ketika beritanya tayang. Namun Tsamara bersikeras menolak jika dirinya hadir dengan kapasitas sebagai seorang politikus yang sekaligus berkampanye.
“Saya hadir sebagai pribadi, ” ujarnya mengelak, jika dirinya disebut muncul selain sebagai pribadi juga ada kepentingan politik. Karena Tsamara saat ini dikenal sebagai salah satu caleg untuk kursi DPR RI.
Pertanyaan tersebut dilontarkan kepada Tsamara, dikarenakan selain sebagai caleg, juga salah satu isi pembicaraannya banyak mengupas soal konstelasi politik bagi seorang perempuan. Selain soal perempuan berpolitik, Tsamara juga sedikit mengupas soal gender dan pelecehan seksual.
“Saya tidak ada niat sedikitpun untuk berkampanye, dan saya juga terbukti tidak mengajak siapapun untuk memilih, jadi tidak ada persoalan, dan itu sudah kita sepakati jauh jauh hari sebelumnya,” ujarnya membela diri.
Tsamara merasa yakin jika dirinya tidak melanggar aturan kampanye, walaupun dia mengangkat topik soal konstelasi perempuan dalam dunia politi. Bahkan dirinya menantang kubu lawan politiknya jika ingin menyerang dirinya, karena Tsamara dengan yakinnya jika selama ini justru dirinyalah yang selalu menjadi sasaran serangan dengan cara mencari cari kesalahannya.
Rupanya sikap UGM yang memberikan ijin kepada pihak penyelenggara untuk menghadirkan Tsamara sebagai pembicara, dianggap oleh netizen sebagai sikap tidak adil dan mempertanyakan jika pihak rektorat UGM apakah sudah menjadi bagian “tim kampanye Jokowi” dengan membiarkan Tsamara hadir menjadi pembicara.
Sementara itu, beberapa waktu lalu, perbedaan sikap oleh pihak rektorat UGM kepada Sudirman Said, yang juga salah satu anggota tim pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno, dengan melarang dan langsung membatalkan kegiatan acara Seminar Kebangsaan dengan teman “Kepemimpinan Milenial”. Selain Sudirman Said, juga Ferry Musyidan Baldan juga ikut dilarang untuk tampil. UGM beralasan jika pihak penyelenggara bukan dari organisasi kemahasiswaan.
Warga netizen merasa jika pihak rektorat dan pengelola UGM sudah sepatutnya diganti dengan yang benar benar bersikap netral dan tidak boleh memihak agar kampus tidak menjadi ajang pembelajaran kampanye kotor. “Saya melihat demikian, UGM sedang memberikan contoh bagaimana kampus mengajarkan kita berpolitik kotor.” Ujar Ipung salah satu anggota kelompok sosmed Jempol Rakyat.
Salah satu rekan dan kawan akrab Sudirman Said yang juga pernah mendampingi dirinya sebagai staff ahli di kementerian ESDM, Muhammad Said Didu, menyindir pihak UGM melalui postingannya.
“Berbeda dg Sudirman Said, Tsamara Amany bisa isi acara di UGM.” Tulis @saididu yang juga mengomentari berita terkait dengan dobolehkannya Tsamara bercuap cuap bebas di UGM.
(JALL/SUMBER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *