Gelar Pinisepuh Buat Jokowi Dipertanyakan Netizen : “Budaya Sunda, Jadi Pemimpin Itu Jujur Bukan Tukang Bohong”

JAKARTA – Rupanya pemberian gelar “Pinisepuh” kepada Presiden Joko Widodo yang diberikan oleh sekelompok orang yang menamakan diri Paguyuban Pasundan, melalui Ketua Umumnya, Didit Tarmuzi, dengan tanda berupa penyematan pin berwarna emas dengan bentuk senjata Kujang, pada sebuah pertemuan yang dilakukan di Jalan Sumatera, Nomor 41 Bandung, Jawa Barat, menuai protes dari netizen.

Beberapa netizen yang berasal dari masyarakat Suku Sunda memprotes pemberian gelar Pinisepuh yang dianggap sangat bertolak belakang bahkan ada yang menganggap sebagai sebagai sebuah penghinaan kepada masyarakat suku sunda, di Jawa Barat.

Kekesalan netizen tersebut, dikarenakan gelar Pinisepuh tersebut diberikan hanya khusus kepada orang yang selama ini memang memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat Sunda. Dan ketika disematkan kepada Jokowi justru dianggap sebagai sebuah penghinaan, karena selama Jokowi menjadi Presiden, tidak ada satupun infrastruktur yang dibangun melalui kebijakannya kemudian menjadikan kemajuan bagi masyarakat di daerah Jawa Barat.

“Saya tersinggung, ini pembodohan namanya, Pinisepuh itu buat pemimpin yang benar benar memberikan kemakmuran bagi masyarakat Sunda, emangnya Jokowi sudah memberikan kemakmuran ? Infrastruktur yang mana ?” Ujar Budi warga dari Lembang Bandung Barat, yang sempat di wawancarai.

Bahkan Budi menyinggung soal ekonomi rakyat yang justru hancur akibat kebijakan menterinya. Bahkan Jokowi dianggap menyetujui impor beras, karena hanya diam saat dipaksakannya impor beras yang justru dilakukan pada saat panen padi sedang terjadi.

Selain Budi, para netizen juga memprotes. Berikut hasil postingan netizen yang berhasil dikumpulkan oleh media ini, kesemuanya memprotes dan mempertanyakan pemberian gelar Pinisepuh bagi Jokowi, yang dianggap sangat tidak pantas untuk menyandang gelar tersebut.

@mmbarsinali : “Astagfirullah, Duh Gustiiiii, skenario naon deui ini teh??
Gelar Pinisepuh Sunda anu bagian Mana??
Geus loba anu Gelo jelema teh, banyak tokoh sunda yg jauh lbh berilmu berakhlak, berjasa dan berprestasi, tanpa perlu gelar Pinisepuh, Jasanya apa buat orang sunda, selain ngaruksak.” 

(Astagafirullah, Ya Tuhannn, skenario apa lagi sih ini?? Gelar Pinisepuh Sunda yang mana lagi?? Sekarang sudah banyak orang gila, banyak tokoh sunda yang jauh berilmu berakhlak, beriasa dan berprestasi, tanpa perlu gelar Pinisepuh, jasanya apa buat orang sunda, selain merusak )

@Rahmatfsr : “Hapunten anu kasuhun…
Pinisepuh anu dipikakolot (Tina kaelmuan sareng Alus prilakuna/Sae akhlaqna) diantara sesepuh (para sesepuh Dina paguyuban) nu tos masihan laku lampah sareng picontoeun kangge sadaya nu Aya Dina lingkungan/pakumpulan/paguyuban.

 

@Buyutsayama : “Mangga bade di pasihan gelar naon oge,,,
Moal k pangaruhan simkuring mah,,,
Tetep rek milih #2019PrabowoSandi
Dapat gelar yg katanya sudah membangun banyak insfrastruktur di jabar…
Modal kukurusan sareng gunting pita hungkul…

(Silahkan mau diberi gelar apa aja..tidak akan mempengaruhi saya,,,
Tetap akan memilih #2019Prabowosandi
Dapat gelar yang katanya sudah membangun banyak infrastruktur di jabar…
Modal blusukan sama gunting pita aja)

@kyai_birawa : ” Budaya urang sunda kangge jadi pamingpin anu utama JUJUR sanes TUKANG WADUL … ngarti sia …

(Budaya org sunda jika menjadi pemimpin modal utamanya JUJUR bukan tukang BOHONG..ngerti ga lu…)

@Agus_BatuRden : “Teu ngarti ku jaman Kiwari mah, Gelar teh di Mumurah…..Moal Beurat Kitu nyunyuhun gelar,,,,da lamun NU eucreug mah Di bere gelar tapi teu sapagodos Jeung kalakuan bakal di tampik….”

(Tidak mengerti dengan jaman dulu sih, gelar gampang dapatnya..gak susah mendapatkan gelar..lha kalau NU yang bener sih..dikasih gelar tapi tidak
sesuai dg kelakuannya)

@fariomeda : “Ngarana kudu ganti atuh jadi jakawadada”  (namanya harus diganti menjadi jakawadada)

@kaswatin_m : “JakaWidada…meureun..
Sagampang kitu…masihan gelar
Pinisepuh..??!!!
Kacida atuh..!!!
Saha tah nu ngusulkeun na..???”

(jakawidada kali.. segampang itu memberi gelar                                                   org yg dituakan..??!!
Kebangetan atuh..!!!
Siapa tuh yg ngusulin.. ???)

@Denbdg77 : “Sbg org sunda saya pilih tidak setuju”

@Sofians : “Simbol sunda itu kujang, kukuh kana jangji. (Teguh pada Janji)
Tukang bohong jadi sesepuh sunda sungguh penistaan!!!!
Suharto aja 32th berkuasa, mau apapun bisa asalkan di mau, gak gini2 amat!
Kumaha orang sunda dico’o gado kieu ku tukang ngawadul sontoloyo!!!
Najis aing mah!!

(Jall/sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *