Emak Bekasi Pertanyakan Kelanjutan Laporan Penipuan Di Polsek Cikarang Selatan

Bekasi – Kasus penggelapan dan penipuan dengan modus investasi berbasis Whatsapp terjadi di Cikarang Bekasi Jawa Barat. Laporan dibuat oleh Lia, seorang ibu rumah tangga yang tertipu jutaan rupiah.

Kronologis dugaan penipuan terjadi saat Lia tergiur dengan iming-iming keuntungan investasi jangka pendek yang diketahuinya via Whatsapp (WA). Lia lalu menghubungi nomor hp pelaku melalui WA dengan nomor 082165132990atas nama Geanda Adhyitia El Vanjiadi.

Pelaku kemudian menyuruhnya mentransfer sejumlah uang ke rekening Bank Mandiri a/n Abdul Hadi Pratama dengan no rek 1130012140780 sebesar Rp3.000.000.

Namun dengan dalih karena Lot / Tingkatan investasi dengan harga tersebut di atas sudah habis, maka Lia diminta transfer kembali sebesar Rp2.000.000 dengan alasan buat penambahan modal ke rekening yang sama.

Selanjutnya Lia diminta lagi transfer uang sejumlah Rp2.100.000 dengan alasan untuk melengkapi administrasi.

Namun setelah di tunggu-tunggu hingga detik ini, ternyata uang cash back dan keuntungan investasi yang dijanjikan tidak kunjung dikirim.

Mengetahui kenyataan tersebut, barulah Lia tersadar kalau dirinya telah tertipu dan mengalami kerugian sebesar Rp7.100.000. Lia kemudian melaporkan penipuan tersebut ke Polsek Cikarang Selatan guna ditindak lanjuti.

Namun sungguh ironi, hingga berita ini diturunkan pihak kepolisian sektor dimaksud belum juga memberikan kabar hasil Laporan penyidikan.

Malah yang menjadi mirisnya, berdasarkan keterangan Lia, oknum Polisi yang menangani kasus tersebut justru menyuruhnya mengikhlaskan saja, dengan alasan Itu sebagai kelalaian pelapor. Bahkan mengatakan kalau kasus dengan modus tersebut sudah banyak masuk laporannya, sehingga berkas laporan menumpuk di Polsek.

“Saya sedih mas, masa pak Polisi yang mengurus kasus saya malah bilang ikhlaskan saja, katanya itu karena kelalaian saya. Laporan seperti itu katanya sudah banyak dan numpuk tuh berkasnya di meja,” papar Lia kepada redaksi Berita360.com.

Pertanyaannya, apakah memang pelayanan pihak Kepolisian yang seperti itu bisa dimaklumi dan ditolerir?!

Tentunya dengan adanya fenomena tersebut, pihak terkait yang lebih berkompeten patut menyikapi dengan tegas, agar masyarakat tidak menjadi pesimis dengan kinerja pihak Kepolisian yang notabene seharusnya memberikan kepercayaan terhadap Kepolisian yang mengedepankan jargon polisi sebagai “Pelindung dan Pengayom Masyarakat”.

Namun kekecewaan Lia terhadap penanganan kasusnya membuat Kinerja polisi Cikarang Selatan pun dipertanyakan.

(Goesti Tanjung/B360.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *