Begini “Pintarnya” Kecebong, Pengelolaan Asian Games Di Kemenpora, Tapi Pemprov DKI Yang Difitnah Korupsi Anggarannya

JEMARI – Persoalan pemasangan bendera bendera beberapa negara yang menjadi peserta perhelatan olahraga Asian Games yang dilakukan oleh warga Penjaringan dan akhirnya menjadi viral, ketika warga yang menjadi “musuh” Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan langsung menyorot, bahkan tidak sedikit yang mencaci maki.

Cacian dan hujatan berdatangan dari kelompok yang biasanya disebut dengan julukan “Kecebong” yang juga dikenal pendukung Ahok dalam pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, dan juga menjadi pendukung untuk Jokowi dalam pilpres 2019 nanti.  Para Kecebong menganggap Anies Baswedan harus bertanggung jawab jejeran bendera peserta Asian Games yang hanya menggunakan bilah bambu untuk mengibarkan bendera tersebut. Bahkan Pemprov DKI dibawah kepemimpinan Anies di fitnah telah menyunat (memotong) anggaran yang diperuntukkan kegiatan Asian Games dari pemasangan bendera bendera tersebut.

Dan seperti yang dipahami jika, postingan tersebut dimuat tanpa melakukan penelusuran terlebih dahulu, dikarenakan seperti diketahui jika pengelolaan dan tanggung jawab utama termasuk anggaran Asian Games sebesar Rp. 4,5 triliun termasuk urusan bendera negara peserta adalah urusan dari paniti Asian Games yang berada di bawah kendali Kementerian Pemuda dan Olahraga yang kantornya juga berada di Jakarta.

“Seharusnya persoalan pemasangan bendera-bendera itu dilakukan oleh Panitia Asian Games, yang ketuanya Erick Thohir, beserta Kemenpora, tapi “pintarnya” kecebong justru fitnah sunat anggaran dan caci makinya Anies Baswedan, pokoknya Anies harus salah,” ujar Darwis salah satu tokoh muda Islam asal Malut, dan juga salah satu pendukung kinerja Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam memimpin DKI Jakarta.

Panitia penyelenggara Asian Games dibentuk bernama INASGOC, dan Erick Thohir dipercayakan sebagai Ketua INASGOC. Dan Erick justru mengapresiasi inisiatif warga yang disebutnya sebagai salah satu bentuk kepedulian warga untuk ikut memeriahkan terselenggaranya Asian Games di Jakarta dan Palembang.

Ucapan Darwis sendiri, muncul ketika salah satu “anggota” kecebong “memfitnah” Pemprov DKI dibawah kepemimpinan Anies-Sandi telah melakukan korupsi dengan cara memotong anggaran Asian Games 2018. Sementara itu anggaran Asian Games berada di bawah kendali Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Dan bukan hanya fitnahan, namun postingan yang menerangkan jika bendera tersebut berkibar dari inisiatif warga sendiri, tidak juga membuat Kecebong bisa berpikir atau untuk diam karena sudah salah menuduh. Justru kelompok “IQ 200 Sekolam” – meminjam istilah Rocky Gerung – justru semakin membabi buta dengan menuduh jika Anies sengaja melakukan itu untuk mempermalukan Presiden Jokowi selama menjadi tamu dalam Asian Games.

Berikut beberapa postingan dari kelompok “Kecebong” yang tidak semuanya bisa dikumpulkan oleh pihak redaksi.

Untuk sebuah kota dengan anggaran triliunan, tiang bendera untuk menyambut negara peserta #AsianGames2018 masa dari bambu dan pvc bekas. Anggaran disunat atau tersunat, Gabener memang,” tulis akun yang menggunakan nama @danrem.

Sebelumnya sebuah akun dengan nama @SuaraAnies memperkirakan jika bendera bendera tersebut dipasang oleh warga sekitar penjaringan. Namun dari pihak Kantor Camat Penjaringan, salah satu staf menjelaskan jika bendera bendera tersebut, diperkirakan berasal dari kegiatan Torch Relay dan bendera tersebut disebarkan dan dipasang oleh pihak kelurahan.

“Belum sempat dicabut dan dirapihkan,” ujar Suripto menerangkan kepada media soal bendera yang akhirnya menjadi viral di sosial media usai diberitakan. Dan keterangan yang dimuat di berbagai media, rupanya tidak juga diperdulikan, hujatan dan caci maki tetap di posting oleh para kecebong. Dan beberapa postingan yang sempat di dapatkan pihak redaksi.

Inilah contoh BANGSAT yg mengatur ibukota dengan ke TOLOLAN .” @willy_paidjo

Kalau lu ngak suka jangan rusak harga diri bangsa dengan cara Biadab seperti ini. Beda Pilihan politik tidak menghancurkan wajah Indonesia dimata Dunia. Memalukan. Menjual warga untuk keburukan anda!!! .” @zegess

Setelah bilang Tiang Bambu itu inisiatif Warga. Saya pastikan itu warga Negara Yaman.” @zegess

Setelah dihujat Netijen, tiang bambu akhirnya pada dicabutin, itulah pilhan JKT-58 nammya Wan Abud si GakBener...” @xcotik.

Walaupun sempat dicabut, rupanya dikabarkan Anies Baswedan justru meminta agar bendera bendera tersebut agar dipasang kembali, karena bendera tersebut dianggapnya sebagai apresiasi dan penghargaan warga Jakarta untuk Asian Games.

(tim)

4 Responses to Begini “Pintarnya” Kecebong, Pengelolaan Asian Games Di Kemenpora, Tapi Pemprov DKI Yang Difitnah Korupsi Anggarannya

  1. ntc33 login berkata:

    You don’t want people coming to a site and immediately steeping out of.

    This article was written mention a few give you a nudge in the suitable direction. Remember
    to always get a short sentences and easy language. https://918kiss.bid/games/ntc33

  2. ntc33 login berkata:

    You don’t want people coming to a site and immediately steeping out of.
    This article was written mention a few give you a nudge in the suitable direction. Remember to always
    get a short sentences and easy language. https://918kiss.bid/games/ntc33

  3. mega888 casino berkata:

    You can have affiliate links, images and titles sending targeted
    visitors to your niches you are promoting. Often go as well
    as read your posts. I won’t engage in because the list is many!! https://918kiss.bid/downloads/216-download-mega888-for-android-and-ios

  4. sky 777 berkata:

    People who read write-up can click to web site if they wish.
    Together with stand out, you should be different.and be willing to highlight
    yourself. Convert these to great ebook topic views. https://918kiss.bid/games/sky-777

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *