Pergub 58/2018 Untuk Satpol PP Segel Bangunan, Lucunya, Diklaim “Kecebong” Lanjutkan Pulau Reklamasi

JEMARI JAKARTA – Tiba tiba saja di sosial media, khususnya, twitter, muncul berbagai postingan yang bertujuan untuk “membully” para pendukung Gubernur Anies Baswedan, terkait dengan sebuah berita yang berjudul “Anies Terbitkan Pergub 58/2018, Reklamasi Jalan Lagi,”.

Rupanya akun akun yang memberikan komentara pengantar pada berita tersebut, berasal dari kelompok yang selama ini dikenal sebagai pendukung mantan Gubernur dan Terpidana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang dibiasa di sebut kelompok “Kecebong”.

Namun entah apa maksud dari para pendukung Ahok mengomentari berita yang ternyata sudah diterbitkan sejak tanggal 13 Juni 2018, sebulan lalu. ” Mungkin baru baca, dipikirnya berita baru, langsung main samber aja, nggak pake mikir panjang lagi, yang penting dapat bahan untuk bully lawannya,” ujar Darwis salah satu tokoh muda muslim asal Malut.

Dari hasil penelusuran, pergub ditandatangani oleh Anies Baswedan pada tanggal 5 Juni 2018, terkait dengan pembentukan organisasi berupa sebuah badan yang akan bekerja untuk melakukan koordinasi tentang pengelolaan, perencanaan dan pengawasan untuk reklamasi teluk Jakarta.

Badan ini diharapkan dapat melakukan penataan pesisir, dimana didalamnya termasuk dengan penataan kampung, pemukiman, hutan bakau, serta merelokasi industri. Juga peningkatan sistem pengendalian banjir, perijinan serta optimalisasi atas pemanfaatn tanah hak guna bangunan dengan perusahaan mitra.

“Seharusnya mereka (kecebong) pandai sedikitlah, ketika pergub itu ditandatangani (4 Juni 2018) tiga hari kemudian, Anies kerahkan Satpol PP untuk menyegel bangunan di pulau palsu tersebut,” ujar Darwis, yang artinya menurut Darwis, Pergub nomor 58 Tahun 2018 itu diterbitkan sebagai landasan hukum bagi Satpol PP untuk melakukan penyegelan bangunan di Pulau Reklamasi.

“Bukannya dibalik, Satpol PP menyegel. lalu Anies terbitkan pergub, seakan akan menyesal telah melakukan penyegelan,” ujar Darwis sambil tertawa, karena merasa jika netizen yang menyebarkan berita tersebut, sesuai dengan prediksi Rocky Gerung. Bahkan Darwis heran, karena yang berprofesi sebagai artis juga ikutan menyebarkan.

“Kebiasaan, bertindak dulu, mikir belakangan, lalu sadar salah dan akhirnya diam,” ujarnya sambil mengutip kalimat dari Rocky Gerung, soal tagar #IQ200Sekolam.

Salah satu artis yang dimaksud adalah Ernest Prakasa yang ikutan “Gak Perlu Mikir” dan menganalisa terlebih dahulu, langsung “main sambar” bahkan ditengarai Ernest meyakini jika pergub tersebut baru saja dikeluarkan, yang kemudian diposting sambil menambahkan komentarnya.

MANTAP – Anies Baswedan memutuskan untuk melanjutkan proyek reklamasi Teluk Jakarta lewat penerbitan Pergub No,58/2018. .” @ernestprakasa

Dan postingan dari Ernest ini rupanya menjadi bahan tertawaan para netizen, karena sebagian besar “Kecebong” yang menjadi pengikutnya, juga ikutan menyerang Anies Baswedan, tanpa perlu membaca atau menelaah isi berita tersebut.

Hahaha.. Kalau gue jadi eLu, buru-buru deh gue hapus twit ini.. Malu, kelihatan dungunya.. Makanya, baca berita itu secara keseluruhan dan dengan seksama. Tidak hanya itu, harap dipahami isinya juga.. Istilahnya MENGELOLA bukan MELANJUTKAN.. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.” tulis akun bernama @AnnaSuezann yang ditujukan kepada @ernestprakasa.

(jall/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *