Ketika “Anak Kampung” Juara Dunia, Tetiba Bermunculan “Pahlawan Kesiangan”

JEMARI – Kisah suksesnya “anak kampung” di lintasan atletik dunia, hingga mengharumkan dan juga menjadi rekor pertama di Indonesia, yang memenangkan lomba lari 100 meter dunia di  Finlandia.

Muhamad Zohri si pemuda kampung itu, kini menjadi rebutan para pejabat, dan juga berbagai instansi untuk memperlihatkan jika mereka perduli dengan perjuangan Zohri mengumandangkan lagu Indonesia Raya di kejuaraan Atletik Dunia Umur 20.

Banyak netizen merasa jika para pejabat yang tiba tiba muncul menyanjung perjuangan Zohri, seakan akan mereka ikut berjuang sejak awal mengantar dan memberikan fasilitas kepada Zohri. Salah satunya adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Puan Maharani langsung ikut memuji, dan juga membuat sebuah iklan di dunia maya, hingga di kritik oleh netizen.

Bahkan Menteri Pemuda dan Olahraga, yang “sibuk sibuknya” menyuarakan dan mengomentari, yang sebenarnya bukanlah bidang dari lembaga yang dipimpinnya, terkait dengan mesjid yang dianggap sebagai tempat tumbuhnya radikalisasi. Baru sadar ketika kisah Zohri yang hampir saja terlewatkan menjadi viral. Kemenpora menjanjikan akan memberikan bonus Rp. 250 juta.

“Hanya di jamannya Presiden Jokowi, Menteri Olahraga bisanya ngurusin mesjid, bukan olahragawan, terbukti, Zohri hampir saja kehilangan kesempatan ikut dalam lomba dunia,” ujar Darwis yang mengutip salah satu postingan dari netizen. Namun Darwis lupa nama akun netizen yang sempat dibacanya beberapa jam lalu.

Bahkan Darwis juga menyetujui pendapat para netizen, dengan munculnya Zainul Majdi, yang biasa dikenal dengan panggilan Tuanku Guru Bajang alias TGB, yang membuat heboh dengan menyatakan mendukung Jokowi untuk maju sebagai Capres 2019. TGB yang menyatakan memberikan uang kepada Zohri sebesar Rp. 100 juta, dianggap sebagai “pahlawan kesiangan” oleh netizen, karena Zohri berangkat atas bantuan dari pengusaha Bob Hasan, bukan dari Pemprov NTB yang seharusnya paling bertanggung jawab untuk memberikan bantuan dan fasilitas.

“Zohri sudah mengumpulkan 7 medali emas di lintasan 100 meter, bahkan awal tahun lalu juga menyabet emas di Jepang, jadi tidak mungkin pemprov NTB tidak tahu,” ujar Darwis tokoh muda asal Malut, yang dihubungi melalui selularnya.

Saat ini Zohri sendiri sedang menikmati hasil jerih payahnya dalam bentuk medali emas untuk lomba lari “bergengsi” 100 meter, mengalahkan pelari dari Amerika Serikat yang membuntutinya.

Bahkan jerih payah tersebut, juga diganjar oleh pihak TNI AD yang langsung turun ke alamat Zohri yang ternyata selama ini hanya menempati sebuah gubuk, bahkan TNI memberikan jaminan, jika Zohri bisa masuk menjadi anggota TNI AD dari jalur Bintara tanpa perlu mengikuti tes apapun.

Sementara itu Bob Hasan sendiri yang dianggap paling berjasa untuk Zohri, selama mengikuti kejuaraan, berharap agar Zohri tidak terlalu disanjung secara berlebihan, sekalipun Zohri menerima bonus dari berbagai tokoh, termasuk dari pengacara terkenal, Hotman Paris Hutapea, yang menghiba kepada Zohri agar mau datang kekantornya dan menerima pemberiannya berupa uang Rp. 100 juta untuk memperbaiki rumahnya di Dusun Karang Pansor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *