Anies-Sandi “Sosok & Momok” Menakutkan Buat Kecebong, Ini Bukti Videonya

JEMARI JAKARTA – Seperti biasanya, kehadiran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selalu menjadi sosok dan juga bisa disebut “momok” menakutkan bagi para pendukung Joko Widodo, terutama dari para pendukung Cagub DKI lalu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dikalahkan oleh Anies Baswedan dalam pilgub 2017 lalu.

Sudah menjadi rahasia umum jika pendukung Ahok adalah pendukung Presiden Jokowi juga, yang akan maju kembali dalam pilpres 2019 nanti. Dan para pendukung Jokowi ini biasanya disebut dengan “Kecebong” dimana “keabsahana’ julukan tersebut diakui langsung oleh anak Jokowi, Kaesang, yang memproklamirkan diri sebagai “Kolektor Kecebong”.

Jika beberapa kejadian, seperti di acara Reuni Alumni Kanisius beberapa waktu lalu, ketika Anies yang datang sebagai tamu undangan, ketika akan pidato musisi Ananda Sukarlan langsung meninggalkan acara, dan diikuti beberapa alumni lainnya.

Lalu kejadian pada penyerahan Piala Presiden kepada Persija yang memenangkan pertandingan final, di Gelora Bung Karno, dimana Anies Baswedan yang seharusnya mendampingi Jokowi ketika menyerahkan piala, justru dihalang halangi oleh Paspampres, hingga akhirnya menjadi viral, bahkan pendukung utama Persija, mendatangi Anies ke Gedung Balaikota DKI Jakarta sebagai bentuk dukungan untuk Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta, sekaligus pembina utama Persija.

Dan kali ini, kehadiran Anies Baswedan bersama dengan Sandiaga Uno kembali menjadi “momok” yang begitu ditakuti dan coba untuk dihindari oleh Kecebong, namun tidak mampu dilakukan, karena Anies datang untuk menghadiri “Open House” Idul Fitri di Istana Negara, atas undangan dari kepresidenan. Namun para Kecebong rupanya hanya mampu berteriak “huuu” kepada Anies dan Sandiaga bersama istri mereka.

Menurut Darwis sorakan dan umpatan yang dilakukan seseorang, dikarenakan si pelaku biasanya merasa ketakutan dan teritimidasi, jika orang yang disoraki memiliki kekuatan tertentu. Darwis mencontohkan dalam sebuah pertandingan sepakbola, ketika munculnya sorakan dari pendukung lawan kepada seorang pemain yang pindah klub, yang kemudian menjadi lawan. Namun biasanya pemain yang disoraki adalah pemain andalan di klub sebelumnya, dan beda jika pemain yang biasa saja, sudah tentu akan dibiarkan berlalu begitu saja.

“Kasihan kecebong kalau lihat Anies dan Sandiaga, seperti melihat sebuah ancaman yang begitu menakutkan, lihat saja videonya, teriakan “huu” itu beraninya keroyokan, coba kalau sendiri ?” makanya saya sebut Anies-Sandi pantas untuk ditakuti Kecebong,” ujar Darwis yang berasal dari Malut, dan sudah mendiami Jakarta sejak 5 tahun lalu. Dan Darwis juga adalah salah satu pendukung Anies – Sandi dalam pilgub DKI Jakarta 2017 lalu.

Berbeda dengan Darwis, salah satu Tim Pemenangan Anies – Sandi, yang juga anggota DPR RI dari PKS, Mardani Ali Sera, mengatakan jika dirinya tidak tahu kelompok mana yang melakukan sorakan kepada Anies-Sandi, namun tingkah laku seperti yang ditunjukkan adalah sebuah tontonan yang memalukan dan tidak pantas, apalagi dibarengi dengan umpatan.

kurang tau mereka dari kelompok mana, namun sangat disayangkan undangan resmi presiden dipermalukan. Pernah juga kejadian di Solo. Persekusi, sorakan, (terdengar umpatan), harusnya tidak boleh terjadi terhadap siapapun.  tulis Mardani melalui akunnya @MardaniAliSera.

Mardani sendiri memposting hal tersebut, usai melihat langsung video dan postingan yang diunggah oleh akun @katrinadewi. “Ini Kelakuan Cebong Yg katanya Paling Pancasila,Paling Indonesia.. Padahal Mereka yg Jelas2 Anti NKRi,Intoleran,Kaum Munafik,Kaum Penghianat,Kaum Anti Pancasila..Sudah Muak sampe Mau Muntah Sama Kelakuan Cebong Ini..  ” Beikut video yang diunggah hasil dari pantauan media Kumparan di Istana Negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *