Sebut PKS Lahirkan 2 Koruptor Besar, Mahfud MD Terancam Dipolisikan

JEMARI JAKARTA – Rupanya kedengkian Mahfud MD terhadap meme “Saya Pancasila, Saya 100 Juta” yang muncul kehadapannya melalui salah satu kader PKS, semakin menjadi jadi. Bahkan kedengkian Mahfud ditumpahkan melalui “tuduhannya” kepada anggota Fraksi DPR RI yang disebutnya menerima uang perbulan dari keanggotaan DPR RI melebihi dari seharusnya.

“Mereka tiap bulan menerima dua kali lipat dari jumlah seharusnya, bahkan ketuanya dapat tambahan sampai Rp. 100 juta,” ujarnya di salah satu stasiun televisi.

Tudingan Mahfud MD yang disiarkan melalui layar kaca, kepada khalayak ramai ini, rupanya tidak mendapatkan simpatik dari netizen, karena Mahfud dianggap tidak memiliki jiwa besar ketika melihat meme tersebut.

“Kupingnya tipis,” ujar salah satu netizen yang mengomentari video yang tersebar di sosial media. Bahkan salah satu netizen yang juga menjadi “Korban” pemblokiran Mahfud MD sekitar tahun lalu, merasa jika ucapan Mahfud MD sudah melangkahi hukum.

SALAH BESAR jika PKS disebut melahirkan 2 koruptor besar, koruptor itu individu (oknum), tdk bisa dikaitkan dg partai, jengkel ke 1 org kok merembet ke yg lain, ujaran P.Mahfud ini bisa menjadi ujaran kebencian, kalau PKS tegas bisa saja ini dipidanakan & dilaporkan ke kepolisian.” tulis akun bernama @Adv_Supiyadi yang juga seorang pengacara.

Ach Supiyadi dikenal oleh netizen ketika melaporkan Nathan dan Sukmawati Soekarnoputri, ke Polda Jawa Timur. Bahkan Supiyadi yang dikenal sangat lantang bersuara soal pelanggaran hukum, sempat membuat pihak Polda Jawa Timur kalang kabut, karena laporannya terhadap tersangka Nathan yang mengancam akan membunuh, Fadli Zon, Fahira Idris, Fahri Hamzah dan Habib Rizieq Syihab. Oleh Polisi Polda Jatim disebut tercecer tanpa diketahui keberadaannya. Hingga akhirnya Supiyadi memposting ke sosial media, dan menjadi bahan perbincangan netizen atas kinerja kepolisian Polda Jatim, karena surat Laporan Polisi yang dibuat Supiyadi bisa tercecer.

(tm/sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *