Perilaku “Kecebong”, Lihat Pohon Palsu Ribut, Diingatkan Pulau Palsu, Diam Tidak Perduli

JERAMI JAKARTA – Keributan di sosial media yang dimunculkan oleh para pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sedang menjalani statusnya sebagai tahanan kasus penistaan agama, soal pohon pohon palsu yang saat ini sedang marak dipasang dipinggir jalan oleh Pemprov DKI Jakarta, rupanya menarik perhatian para netizen lainnya yang selama ini berseberangan dengan pendukung Ahok yang biasa dijuluki “Kecebong”.

Selain fakta yang menyebutkan, tudingan dari para pendukung Ahok yang salah alamat, ketika mencoba untuk menyerang Gubernur Anies Baswedan terkait dengan munculnya “pohon palsu” di beberapa trotoar di pusat kota Jakarta, dengan menyangkut pautkan dengan jumlah anggaran.

Namun tudingan Kecebong, tersebut, dipatahkan langsung oleh salah satu pejabat Pemprov DKI yang menyebutkan jika keberadaan pohon pohon tersebut sudah ada sejak Ahok masih menjabat sebagai Gubernur DKI, bahkan sempat dipasang di beberapa ruas jalan untuk memperindah kota Jakarta saat itu.

Kritikan kepada Kecebong tidak hanya berhenti dengan munculnya fakta tentang keberadaan pohon palsu tersebut. Seorang netizen yang dikenal selama ini sangat getol mengkritisi permasalahan yang ada di perkotaan, meminta kepada semua pihak untuk menghentikan keributan yang ditimbulkan oleh pohon palsu, karena masih ada pulau palsu yang saat ini sedang berjuang untuk bisa tetap melanjutkan pembangunannya.

Apakah sdh selesai urusan pohon palsunya? Apakah yg peduli soal pohon palsu bisa ‘moved-on’ utk peduli ke PULAU PALSU D 3.120.000 m2 ini? Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta sdg gugat HGB Pulau Palsu D. Yuk dukung upaya KSTJ & desak BPN utk transparan!” tulis akun @elisa_jkt yang sangat gigih untuk menolak keberadaan pulau pulau palsu yang dibangun oleh para konglomerat Indonesia keturunan Tionghoa, di Teluk Jakarta.

Postingan Elisa Sutanudjaja ini rupanya langsung membuat kecebong “keder” mati kutu dan dipastikan tidak mampu untuk membalas ataupun mencoba menyerang Elisa Sutanudjaja. dengan berbagai macam argumen Kecebong.

“Mungkin sudah adabnya kecebong, kalau pulau palsu kan didukung Ahok, makanya langsung linglung seperti orang bego, dan akhirnya bisu,”  ujar Nana, salah satu penggiat sosial media asal Yogyakarta kepada redaksi jemari.net

Gugatan yang diajukan oleh KSTJ kepada Badan Pertanahan Jakarta Utara, terkait dengan kepemilikan Surat HGB yang secara “ajaib” bisa selesai dibuat dan dimiliki dalam waktu satu hari. Sementara luas lahan yang harus diperiksa mencapai tiga juta meterkubik. Karenanya masyarakat awam sudah meyakini jika pihak BPN Jakarta Utara sudah melakukan tindakan hukum.

Sementara itu, Anies Baswedan sendiri sempat kaget, ketika ditanyakan soal keberadaan pohon pohon palsu disepanjang jalan utama, Anies mengakui tidak tahu ide siapa yang memasang pohon pohon tersebut. Dan akhirnya pohon pohon palsu yang sempat dipasang, kembali dibongkar oleh pihak Pemprov DKI,

(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *