Sesama Anggota DPR RI 2004-2009, Alvin Lie Kaget, Gaji Mahfud MD Bisa Mencapai Rp. 150 Juta/Bulan

JEMARI JAKARTA – Persoalan jumlah gaji yang diterima oleh para Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila alias BPIP, yang nilainya dianggap sangat fantastis, mulai dari Rp. 112-100 juta-an oleh netizen dianggap “keterlaluan” karena kondisi ekonomi yang sedang memburuk, namun pejabat negara justru menerima gaji fantastis.

Serangan serangan netizen yang berulang kali, bahkan tidak sedikit yang mempertanyakan langsung kepada salah satu anggota dewan pengarah, Mahfud MD melalui akun sosial medianya, dan melalui sebuah berita, Mahfud MD menjawab terkait dengan nilai gaji di BPIP.

Menurutnya gaji yang diterima oleh BPIP tidak perlu untuk diperdebatkan, karena nilai gaji BPIP tidak sebanding dengan nilai gaji pperbulan yang diterima Mahfud selama menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009.

“Jaman saya menjadi anggota DPR RI, saya bawa pulang (gaji per-bulan) minimal Rp. 150 juta, tahun 2004, sekarang sudah (lewat) 14 tahun lalu, jadi itu hanya kekeliruan dalam struktur,” ujarnya, bermaksud jika tahun 2004 bisa mendapatkan gaji Rp. 150 juta, maka tahun 2018, mendapatkan gaji Rp. 100 juta tidaklah aneh.

Karena nilai Rp. 100 juta itu sudah termasuk dengan tunjangan lainnya, sementara nilai gaji BPIP sebenarnya menurut Mahfud hanyalah Rp. 5 juta perbulan.

Rupanya nilai Rp 150 juta yang diterima Mahfud selama menjadi anggota DPR RI, periode 2004-2009 membuat heran mantan anggota DPR RI lainnya yang berasal dari periode yang sama.

Alvien Lie kader dari Partai Amanat Nasional mempertanyakan kepada Mahfud darimana nilai Rp. 150 juta bisa didapatkan oleh mantan ketua Mahkamah Konstitusi sebanyak itu.

Slamat pagi Prof Maaf Prof, 2004-2009 sy juga di DPR. Gaji Rp3,5jt plus berbagai tunjangan & insentif total ± Rp40an juta/ bulan. Mungkin Prof berkenan beri pencerahan take home pay minimal Rp150jt/ bulan komponennya apa saja & dari mana?” tanya Alvin Lie, melalui akunnya @alvinlie21.

Postingan Alvin ini juga disertai dengan bukti penerimaan pembayarannya selama satu tahun (2005), yang jumlahnya hanya mencapai Rp. 190 juta lebih.

Pertanyaan Alvin Lie, dijawab oleh Mahfud MD jika nilai gaji Rp. 48 juta, bisa membengkak menjadi Rp. 150 juta, karena ada tambahan dari uang kunjungan kerja, dari dana reses, dana konstituen, termasuk setiap membahas 1 UU ada uang yang diterima.

Ya Ya Pak Alvin, 48 jt ditambah ini: ada uang kunker, reses ada uang, ada dana konstituen, setiap bahas 1 UU ada uang, setiap keluar negeri dpt uang , sewa rumah, uang represrntasi. Dari MPR dpt uang sosialisasi minimal 45/jt bersih sebulan. Kalau dirata-ratakan ya segitu/bln.” balas @mohmahfudmd yang kemudian “marah” ketika postingannya ini dibalas oleh netizen.

Mahal jg ya urus pancasila?” tulis @AriaRivani membalas postingan jawaban Mahfud kepada Alvin Lie. yang bermaksud mengkritik jumlah gaji sebagai Anggota BPIP bukan sebagai anggota DPR RI. Namun postingan Aria, membuat Mahfud “marah” karena dianggap tidak “nyambung” dengan postingannya.

Eh, kamu juga tak baca tapi sdh berkomentar. Itu jwbn sy kpd Alvin Lie ttg gaji di DPR thn 2004-2009. Skrang setiap anggota DPR dpt kelola dana serap aspirasi 1 milyar. Sdh berapa, tuh.” semprot @mohmahfudmd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *