Saudara Ketum GP Ansor Resmi Menjabat Sebagai Wantimpres Jokowi

JEMARI JAKARTA – Yahya Cholil Staquf yang selama ini dikenal oleh warga NU sebagai Katib ‘Aam PBNU dan juga Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin. Kini resmi menggantikan Almarhum KH, Hasyim Muzadi sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Yahya selama ini dikenal sangat aktif dengan dunia sosial media, khususnya melalui akun facebook miliknya, yang masih sempat mengunggah kisah pertemuannya dengan Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence, beberapa hari sebelum dilantik menjadi Wantimpres Jokowi.

Sebagai anggota Wantimpres, Yahya tentunya memiliki kesempatan untuk memberikan pertimbangan pertimbangan, termasuk bersama dengan ke delapan anggota Wantimpres lainnya. Seperti yang dituangkan dalam UU Nomor 19 tahun 2006, yang menjadi dasar hukum pembentukan Wantimpres yang mendapatkan fasilitas setara dengan seorang menteri.

Berikut tugas dan fungsi Wantimpres sebagaimana yang diatur dalam UU Nomor 19 tahun 2006.

Pasal 4
(1) Dewan Pertimbangan Presiden bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan negara.
(2) Pemberian nasihat dan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dilakukan oleh Dewan Pertimbangan Presiden baik diminta maupun tidak diminta oleh Presiden.
(3) Nasihat dan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan baik secara perorangan maupun sebagai satu kesatuan nasihat dan pertimbangan seluruh anggota dewan.

Pasal 5
Dalam menjalankan tugasnya, Dewan Pertimbangan Presiden melaksanakan fungsi nasihat dan pertimbangan yang terkait dengan pelaksanaan kekuasaan pemerintahan negara.

Pasal 6
(1) Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, anggota Dewan Pertimbangan Presiden tidak dibenarkan memberikan keterangan, pernyataan, dan/atau menyebarluaskan isi nasihat dan pertimbangan kepada pihak mana pun.
(2) Dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsinya, anggota Dewan Pertimbangan Presiden atas permintaan Presiden dapat:
a. mengikuti sidang kabinet;
b. mengikuti kunjungan kerja dan kunjungan kenegaraan.

(tim/sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *