Petani Blitar, Hentikan Paksa Proyek Normalisasi Sungai Bogel

JEMARI JATIM – Rupanya kemarahan petani, dari Desa Kedungbunder, Kecamatan Ludoyo Blitar Jawa Timur, kepada kontraktor, PT. Moderna Tehnik Perkasa, terkait dengan luberan bekas galian proyek mereka, memuncak.

Akibatnya warga petani demo sekaligus melakukan aksi pemblokiran pekerjaan terhadap proyek normalisasi Sungai Bogel yang sedang dikerjakan oleh pihak perusahaan.

Menurut para petani, akibat pekerjaan tersebut, bukan hanya luberan dari bekas galian yang masuk ke sawah, namun juga tanah milik warga lainnya tergerus hingga menjadi permasalahan buat mereka.

Menurut ketua kelompok tani Desa Kedungbunder Ismanto (52) menuturkan, jika aksi yang dilakukan adalah bentuk kekesalan, karena aspirasi mereka sudah sering disampaikan, termasuk kepada pihak pemerintah desa, namun tidak ada reaksi apapun, termasuk jawaban atas keluhan mereka.

Saat di tanya tujuaan aksi, Ismanto menambahkan, ” kami, mewakili kelompok tani mengharap dan mengerti bahwa tanah kami yang terdampak dari proyek tersebut mendapat ganti rugi, baik yang tergerus maupun akibat melubernya galian, akibatnya tahun ini tidak bisa menanami lahan sawah kami,” tandasnya.

Menurut keterangan lain, ” akibat tertutupnya saluran yang di tutup oleh pihak kontraktor, sehingga air tidak bisa mengalir ke sawah mengakibatkan kita akan gagal panen dan kita juga akan meminta ganti rugi,” tambah Tari (56) th warga Desa Kedungbunder.

Pasca aksi damai dilakukan, Muspika Kecamatan Ludoyo meliputi, Camat, Kapolsek, Danramil dan Kepala kelurahan Kedungbunder mengajak perwakilan aksi untuk menyampaikan tuntutanya di kantor kelurahan. namun masih belum ada kepastian tuntutan warga.

“Akan kami sampaikan kepada pimpinan perusahaan,” ucap janji Rustin, selaku Camat Ludoyo.

(Tim/Zunaidi/dncom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *