Infastruktur Dari Beijing 14 Miliar US Dollar, Bikin Pemerintah Kazakhstan “Diam” Warganya Disiksa Polisi Cina

JEMARI INTERNASIONAL – Kisah miris yang dialami oleh tahanan warga negara Kazakhstan di kamp kamp penjara konsentrasi politik pemerintah Cina selama delapan bulan, rupanya juga disebabkan adanya ketidakpedulian pihak pemerintah Kazakhstan di bawah kepemimpinan Presiden Nursultan Nazarbayev yang sudah menjadi Presiden selama tiga periode.

Nazarbayev dikenal sebagai salah satu orang paling kaya di Kazakhstan, bahkan dikabarkan jika kekayaannya melebihi siapapun di Kazakhstan, hal itu terbukti ketika memberikan hiburan untuk ulang tahun cucunya, dengan menyewa penyanyi internasional Kanye West dengan harga USD 3 juta.

Ditengarai jika kekayaan presiden Nazarbayev, berasal dari hasil kerjasama yang dilakukan oleh pemerintah Kazakhstan dengan pihak pemerintah Cina sejak tahun limat tahun lalu, dimana proyek proyek infrastruktur seperti kereta api dan pelabuhan, yang diistilahkan dengan “pelabuhan” pedalaman, yang kesemuanya dibangun dari sebuah program pembangunan regional Cina secara besar besaran yang diluncurkan oleh Beijing lima tahun lalu. Yang nilainya mencapai hingga USD 14 milyar.

Pembangunan infrastruktur tersebut, rupanya menjadi rencana kelanjutan dari pemerintah Cina untuk “menguasai” Kazakhstan melalui kepemimpinan Presiden Nazarbayev, yang dicurigai melakukan korupsi, hingga memiliki kekayaan yang sangat luar biasa. Bahkan persoalan korupsi di pemerintahan Kazakhstan saat ini dianggap sebagai salah satu penyebab runtuhnya perekonomian negara tersebut, hingga beberapa waktu lalu, membuat mata uang Kazakhstan, Tenge, tidak lagi memiliki nilai.

Bahkan sampai saat ini, persoalan korupsi di lingkaran pemerintahan Kazakhstan dianggap sudah sangat bobrok, karena badan badan yang seharusnya menjadi pemberantasan korupsi, justru dianggap gagal total. Bahkan sistem peradilan juga menjadikan hukum lebih melindungi perilaku korupsi, hingga bisa dikatakan hukum diperadilan dibuat untuk terjadinya korupsi. Hal ini disampaikan oleh beberapa perusahaan yang mencoba untuk masuk investasi ke Kazakhstan, melalui sebuah website berupa portal yang menyuarakan anti korupsi, GAN Business Anti-Corruption, Bahkan web tersebut menuliskan diseluruh sektor terjadi korupsi.

Maka tidaklah heran jika kemudian Cina dengan mudahnya masuk dan “mengikat” hingga membuat pemerintah Kazakhstan tidak berdaya, walaupun pihak kepolisian Cina melakukan semaunya, termasuk penahanan secara ilegal terhadap beberapa suku muslim Uyghur, namun memiliki status sebagai warga negara Kazakhstan.

Pemerintah Kazakhstan sendiri tidak melakukan tindakan apapun, bahkan terkesan buta, terkait dengan adanya kasus penahanan warga Kazakhstan yang kemudian selama dalam penahanan di kamp konsentarsi politik Cina dipaksa untuk memakan babi, minum minuman beralkohol hingga disiksa secara psikis untuk menjadi murtad dari Islam.

Dan yang lebih parahnya, ketika pihak Kementerian Luar Negeri Cina ketika ditanyakan oleh media The Independent, soal penyiksaan tersebut, membalas dengan jawaban jika mereka tidak pernah mendengar adanya kejadian tersebut. Dan anehnya pihak pemerintah Kazakhstan juga mengatakan hal yang sama, tidak ada penyiksaan, walaupun ada kesaksian baik secara hidup maupun kesaksian langsung oleh pihak yang simpatik, hingga muncul di berbagai sosial media.

Saat ini berbagai protes yang dilakukan hanya berasal dari warga Kazakhstan yang jadi ulama dan pemuka agama Islam, dari suku Uyghur, namun sepertinya protes tersebut tidak mendapatan respon positif walaupun pemerintah Kazakhstan melalui Kementerian Luar Negeri teah didesak berulangkali, terkait perlakuan semena mena dari pemerintah Cina kepada mereka.

Bahkan gelombang protes yang dilakukan dengan cara demo terhadap “diamnya” pemerintah Kazakhstan, dibalas dengan penangkapan beberapa anggota demo oleh pihak kepolisian Kazakhstan, yang seharusnya tidak terjadi jika pemerintah serius untuk memperjuangkan melawan penindasan terhadap mereka sebagai warga negara Kazakhstan dari pemerintah Cina.

(jall)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *