Utang Malaysia Menggila, PM & Wakil Potong Gaji, Rakyatnya Ikut Bantu Galang Dana

JEMARI INTERNASIONAL – Sejak pemerintahan di bawah kepemimpinan Tun Abdul Razak (TAR), utang negara Malaysia semakin tidak terkendali, bahkan utang yang sudah mencapai hingga RM1 Triliun ( Ringgit Malaysia) atau setara dengan Rp. 3.595 triliun jika dikurskan ke mata uang Indonesia.

Dan beban negara ini akan terus bertambah jika kemudian kemenangan Tun Abdul Razak diraih pada pemilu lalu. Namun rakyat sadar jika hal itu tidak bisa dibiarkan lagi, dan akhirnya kemunculan kembali Mahathir Mohamad untuk memperbaiki “kerusakan” yang disebabkan oleh TAR yang dianggap, kebijakan kebijakannya tidak memberikan kontribusi bagi rakyat pribumi Malaysia.

Salah satu yang dianggap sangat krusial, adalah persoalan utang Malaysia yang hampir menyamai utang Indonesia, yang lebih sekitar Rp. 500 triliun, yang harus segera diselesaikan oleh pemerintahan Mahathir Muhamad.

Namun rakyat Malaysia tidak ingin menjadikan beban utang tersebut akan menghalangi pemerintah untuk menyelesaikan persoalan lainnya, karena dipastikan utang yang terbesar dalam sejarah Malaysia itu sudah tentu memiliki kompensasi berat terhadap pemerintah yang jelas tertuang dalam perjanjian utang piutang.

Karenanya sebagian masyarakat Malaysia bersepakat untuk ikut menanggung beban utang tersebut, agar tidak membuat anak cucu mereka menjadi kesulitan, karena dianggap utang bukanlah warisan.

Awalnya Mahathir Mohamad mengeluarkan pernyataan dengan tegas untuk memangkas pendapatannya sebagai Perdana Menteri dan juga Wakilnya, untuk untuk mengurangi pengeluaran negara, agar dapat segera melunasi utang tersebut.

inisiatif dari Mahathir ini, justru ikut menggerakkan rakyat Malaysia untuk membantu negaranya dalam persoalan melunasi utang negara dengan cara beramai ramai ikut mengumpulkan uang dalam bentuk penggalangan dana dari masyarakat.

Gerakan ini muncul dari seorang advokat dari kantor Sisters In Islam (SIS), Nik Shazarina Bakti, dengan sebuah pesan moral berbunyi “Please Help Malaysia” melalui sebuah situs yang dibuat bernama GoGetFunding.

“Saya adalah Malaysia (Pribumi Malaysia), saya lulusan LLM (Masters of Laws) dari SOAS, University of London, namun saya bangga dan mencintai negara saya, dan saya saat ini sedang melakukan aktivitas sebagai kepentingan umat,” ujar Shazarina yang menerangkan jika yang dilakukannya adalah demi kepentingan negara yang dia banggakan dan dicintainya.

Shazarina merasa kaget ketika sebuah keterangan resmi yang dikeluarkan pemerintah terkait jumlah utang negara yang sudah mencapai RM1 Triliun. Dan kesadarannya untuk mengajak warga Malaysia lainnya, terutama kepada para orang orang kaya di Malaysia, termasuk yang berada di Luar Negeri, untuk memberikan kontribusi dalam membantu mengurangi jumlah utang negara.

Dalam situs tersebut, Shazarina mencoba menggugah rakyat Malaysia melalui sebuah kisah perjuangan para pahlawan Malaysia yang ingin mendapatkan kemerdekaan, dimana pada saat itu, kemerdekaan Malaysia harus dibayar dengan dana yang cukup besar untuk bisa mendapatkan pengakuan sekaligus memproklamirkan kemerdekaan negara tersebut di London Inggris. Dan saat itu seluruh warga Malaysia mengumpulkan uang dalam bentuk apapun agar Malaysia bisa segera merdeka.

“Ayo kita lakukan sekali lagi ! Dan kali ini kita akan melakukannya, dan kita akan ceritakan kepada anak anak dan cucu kita tentang prakarsa ini bahwa kita semua ikut ambil bagian untuk menyelamatkan negara Malaysia,” tulisnya di situs GoGetFunding. (Tulisan tersebut, sudah diedit demi kepentingan pembaca di Indonesia).

Namun gerakan ini rupanya juga mendapatkan pertanyaan dari warga Malaysia, terkait dengan bagaimana dana tersebut akan diberikan kepada pihak pemerintah, yang kemudian dijawab oleh Shazarina dengan bersumpah jika dirinya tidak akan mengambil sepersenpun dana yang masuk.

“Saya mengerti (kekhawatiran) mereka, karena bagi mereka, saya masih belum dikenal, namun percayalah saya tidak akan mengambil sepersenpun uang tersebut, selain diberikan seluruhnya kepada pemerintah,” ujarnya menjawab kekhawatiran sebagian masyarakat Malaysia.

Dan untuk mendapatkanmenepis kekhawatiran tersebut, Shazarina akan terus mengupdate setiap hari dan setiap pemasukan yang didapatkan agar seluruh masyarakat bisa mengakses untuk mengetahui perkembangan jumlahnya setiap saat. Dan direncanakan akan diakhiri pada tanggal 30 Juli 2018 nanti.

Dan sejak diproklamirkannya gerakan “Please Help Malaysia” sebanyak 92 orang Malaysia, yang tidak disebutkan secara rinci, berhasil mengumpulkan dana sebesar USD 3.600 dari target yang direncanakan sebesar USD 100.000 atau sekitar Rp. 1,4 milyar lebih jika dikurskan dengan dolar saat ini Rp. 14.000.

Rupanya putri dari PM Mahathir, Marina, yang dikenal sebagai seorang aktivis sosial, melalui laman facebooknya, mengutarakan kebanggaannya dengan apa yang dilakukan oleh Shazarina, yang menurutnya apa yang sedang dilakukan oleh Shazarina adala bentuk keinginan masyarakat Malaysia yang perduli dengan negaranya.

“Saya bangga dan kebetulan saya mengenalnya dengan baik, dan jika anda ingin membantu, lakukanlah,” tulis Marina yang secara tidak langsung ikut memberikan jaminan kepada siapa saja yang ingin memberikan bantuan, tidak perlu meragukan lagi siapa sebenarnya Shazarina.

Putri PM Mahathir yang juga aktivis sosial, Datin Paduka Marina Mahathir, mengaku bangga dengan apa yang dilakukan Shazarina. Melalui halaman Facebook-nya, Marina memuji gerakan patungan tersebut.

“Saya tahu banyak orang ingin membantu dengan utang besar kami. Ini menunjukkan betapa banyak orang Malaysia mencintai negaranya,” tulis Marina.

“Tetapi anak muda ini telah berinisiatif mengambil langkah dengan penggalangan dana untuk membantu Malaysia. Saya kebetulan mengenalnya dan sangat bangga padanya. Jika Anda bisa membantu, lakukanlah,” lanjut Marina.

“Jika  kita dapat bekerja bersama untuk pemilihan umum yang ke 14, (Yang saat itu dikenal dengan gerakan untuk bisa saling mempercayai dan saling bantu) maka kali ini saya yakin kita dapat bekerja sama lagi dalam bentuk gerakan lainnya (demi negara),” tulis Shazarina.

(Tim/B360)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *