Setiap Ramadhan, Pemuda Muslim Surabaya Bikin Ulah Di Rumah Sakit

JEMARI JATIM – Sebagai salah satu bentuk rasa kepedulian terhadap sesama muslim, khususnya di Bulan Ramadhan yang dianggap sebagai bulan yang penuh dengan berkah dari Sang Pencipta Alam Semesta, para pemuda muslim di Surabaya “bikin ulah” di sebuah rumah sakit.

Ulah mereka adalah mendatangi setiap pasien terutama keluarganya yang sedang menjaga anggota keluarga yang dirawat. Mereka menjadi sasaran dari para pemuda muslim yang muncul atas dua orang komando dari petinggi Yayasan Al Afqar Amalillah, Abuya Farid Alamudy dan Abuya Syarif Bato, untuk memberikan makanan dan minuman untuk pembuka puasa mereka.

Gerakan ini mereka sebut “Gebrakan Bulan Ramadhan” dimana pembagian hidangan buka puasa, paket tersebut, selain berisi kurma dan air mineral, juga ada nasi dan lauk, terkadang bervariasi, namun yang pasti semuanya dibagikan kepada siapa saja keluarga pasien yang sedang membutuhkan. Terutama yang sedang menjalani ibadah puasa.

Bahkan kejadian yang sempat dilihat oleh media ini, ketika sekeluarga yang kebetulan bukan hanya orang tua pasien, namun juga anggota keluarga lainnya, yang masih anak anak dan berjumlah 5 orang, yang sempat ragu akan mendapatkan dan bisa ikut menikmati pembagian.

“Anak saya ada lima orang, apa boleh saya dapat nasi untuk mereka,” tanya seorang anggota kelaurga dengan logat khas Madura. Dan para tim yang ditanyakan langsung menjawab tanpa ragu, jika anak anak tersebut boleh, mendapatkan makanan dari mereka juga.

“Gerakan ini sudah kami lakukan setiap tahun pada bulan ramadhan dan yang menjadi sasaran adalah Rumah Sakit yang tersebar di Surabaya,” ujar Muhamad salah satu anggota tim yang sempat diwawancarai di Rumah Sakit Karang Menjangan Surabaya.

Bahkan banyak pasien yang sudah hapal dengan kemunculan mereka, karenanya tidak mengherankan jika mereka selalu ingin mendapat duluan dengan cara menunggu di beberapa pos pos yang memang dibuat khusus untuk mengatur pembagian.

“Mereka khawatir tidak kebagian, tapi kami pastikan dengan Ijin Allah kebutuhan iftor para pasien maupun keluarga pasien untuk berbuka tetap kebagian semua,” ujarnya.

Dari keterangan para perawat dan juga dokter yang ikut menyaksikan Gebrakan pemuda muslim di RS mereka bekerja, justru merasa terbantu, bahkan mereka tidak membuka kesempatan selebar lebarnya kepada para anggota yayasan yang memiliki sebuah ambulan khusus buat para fakir miskin, untuk melaksanakan kegiatan mereka.

(Saddam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *