Injak Foto Jokowi 1,5 Tahun Penjara, Yang Ancam Tembak Presiden Dianggap Lucu Lucuan

JEMARI JAKARTA – Sungguh sangat berbeda sekli perlakuan pihak kepolisian terhadap SJ, pemuda warga Indonesia keturunan Cina, yang menyebut Jokowi adalah kacungnya dan akan menembak kepala Presiden Indonesia, dibandingkan dengan seorang pelajar SMK yang tertangkap karena menginjak foto Jokowi.

MFB Siswa SMK yang ditangkap oleh pihak Kepolisian Polda Sumatera Utara, ditangkap karena mengunggah sebuah foto sedang menginjak foto Presiden Joko Widodo, ke dalam akun facebooknya. Dan saat ini MFB sedang menjalani masa tahanan selama 1,5 tahun karena dianggap melanggar UU ITE.

Sementara SJ yang sedang menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, hanya disebut sebagai kenakalan remaja, dan semua ucapannya dalam video yang viral tersebut, oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, menyebutnya hanya sekedar untuk lucu lucuan, dan tidak bermaksud untuk menghina.

“Jadi jangan kaget jika banyak masyarakat menilai polisi tidak berlaku adil, hanya karena bocah yang melakukan itu adalah keturunan Cina dan orangtuanya tajir lalu bisa melakukan apapun dan tidak akan ditahan, apalagi dipenjara, walaupun sudah menghina bahkan mengancam presiden,” ujar Darwis tokoh pemuda maluku utara.

Darwis meminta kepada pihak kepolisian untuk berlaku adil, agar tidak membuat masyarakat semakin merasa apatis kepada pihak kepolisian hanya karena kasus ini yang dianggap sekedar lucu lucuan.

“Lucunya negeri ini, ya disini, yang satu ditangkap karena dianggap menghina, yang mengancam, dianggap hanya lucu lucuan,” ujarnya sambil menambahkan sebelum mengakhiri pembicaraan. Kejadian yang menimpa Hitler Nababan dihajar oleh warga, karena merasa pesimis jika diserahkan ke pihak kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *