Cina Ancam Perusahaan Minyak Rusia, Di Laut Cina Selatan

JEMARI INTERNASIONAL – Merasa sebagai negara yang sudah memiliki kekuatan militer terkuat di kawasan Asia, khususnya di wilayah Laut Cina Selatan, Beijing langsung mengancam negara negara lainnya yang akan melakukan eksploitasi minyak di Laut Cina Selatan.

Klaim Cina atas kawasan Laut Cina Selatan ditunjukkan dengan menghadirkan beberapa perangkat militer mereka, seperti pesawat pembom jenis H-6K yang diklaim pesawat pembom canggih, di beberapa pulau yang berada di sekitar kawasan.

“Tidak ada negara, organisasi, perusahaan atau individu yang boleh melakukan eksplorasi minyak dan gas di perairan Cina tanpa seijin kami,” ujar Juru bicara Kementerian Lu Kang.

Pernyataan Lu Kang ini terkait dengan pengeboran yang baru baru ini dilakukan oleh Rosneft Vietnam BV, sebuah unit perusahaan minyak milik negara Rusia Rosneft, di wilayah Laut China Selatan.

Ancaman ini dimaksud sebagai desakan yang sungguh sungguh kepada siapapun untuk menghormati hak dan kedaulatan yang  diklaim secara sepihak oleh Cina sebagai wilayah yuridiksi mereka.

“Tidak melakukan apa pun yang dapat berdampak pada hubungan bilateral atau perdamaian dan stabilitas kawasan ini,” kata Lu.

China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan, yang dilintasi komoditas perdagangan senilai sekitar sekitar 5 triliun dolar amerika setiap tahunnya. Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam juga memiliki klaim pada wilayah itu.

China juga terus meningkatkan kehadiran militer di pulau-pulau buatan yang ada di kawasan tersebut. Kabar terakhir Beijing juga telah menempatkan sistem rudal pertahanan udara mereka.

Amerika Serikat menjadi salah satu pihak yang menentang keras klaim China. Angkatan Laut negara tersebut secara rutin melakukan patroli di kawasan tersebut yang kerap membuat hubungan kedua negara tegang dan terlibat dalam retorika keras.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *