Densus 88 Gerebek Kelompok “Teroris Surabaya”, Di Mojokerto & Jombang

JEMARI JATIM – Sasaran yang dijadikan target pengejaran tersangka teroris Indonesia, masih difoukuskan di Jawa Timur. Sebuah rumah di Desa Betro, Kecamatan Kemblagi, Kabupaten Mojokerto, menjadi sasaran penggerebekan.

Pelaku yang disasar dipercaya masih bagian dari anggota pelaku bom bunuh diri di Surabaya beberapa waktu lalu. Dan dari keterangan warga setempat, Densus 88 membawa dua orang masing masing berinisial S dan L.

 

“Saya sempat diminta oleh pihak kepolisian untuk datang ke lokasi penggerebekan, mendampingi pihak polisi terkait dengan penggerebekan ini,” ucapnya di Mojokerto.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, para pelaku ini sehari-hari bekerja di bidang percetakan dan keluarga ini juga terkenal tertutup kepada warga sekitar.

Mereka bertemu warga atau berinteraksi hanya sekadarnya saja dan juga ketika warga sedang melakukan kegiatan keagamaan, mereka tidak pernah hadir.

Atas pengungkapan kasus ini, petugas juga berhasil menyita beberapa buku yang berisi tentang aliran radikalisme dan juga terkait dengan jihad.

Usai Mojokerto, Kabupaten Jombang juga menjadi sasaran Densus 88 Mabes Polri, dan Seorang berinisial NK, warga Dusun Plemahan, Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, kamis (17/5/18) sore, berhasil ditangkap, karena dari informasi intelejen warga tersebut, masih satu jaringan dengan teroris yang ada di Surabaya dan wilayah lainnya di Jawa Timur yang berhasil ditembak ataupun tertangkap.

Wakapolres Jombang Kompol Edith Yuswo Widodo, yang ditanyakan terkait dengan kebenaran sergapan tersebut, membenarkan kejadian tersebut, namun pihaknya hanya sebagai pengamanan saja, tidak terlibat langsung dalam penggerebekan

“Kami hanya melakukan pengamanan saja. Informasinya ada satu yang diamankan. Belum tahu juga terkait aksi teror yang mana,” katanya kepada wartawan.

Sementara itu, Kepala Dusun Plemahan Sudarsono (43) mengatakan, petugas memang sempat menggeledah isi ruangan di rumah NK tersebut. Namun, ia mengaku tidak terlalu mengenal yang bersangkutan. Dirinya hanya tahu bahwa NK adalah penjual pisang.

“Orangnya (Nk) pendiam. Dia berprofesi sebagai penjual pisang,” kata dia.

Dalam penggeledahan tersebut, selain mengamankan NK, petugas juga diketahui membawa sejumlah barang seperti samurai, telepon seluler, serta sebuah buku bertuliskan Arab. Penjagaan juga dilakukan dengan ketat. Masyarakat yang hendak mendekat tidak diizinkan.

Penggeledahan dilakukan dengan cepat. Hingga pukul 15.22 WIB, aparat kepolisian bersenjata lengkap masih berjaga di lokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *