Netizen Jawab Himbauan Kapolda Jateng ; “Tetangga Anti Sosialisasi, “Gak Mau Gaul”, Pagar Rumah Tinggi, Kerja Bakti “Ogah”, Anjingnya Berisik ! Banyak Pak”

JEMARI JATENG – Beberapa keterangan yang didapat di lapangan oleh pihak kepolisian, selama ini, jika para tersangka teroris dan terutama pelaku pelaku bom bunuh diri, adalah anggota masyarakat yang selama ini sangat jarang melakukan sosialisasi atau bergaul dengan warga sekitar mereka tinggal dan sangat menutup diri.

Walaupun data dan keterangan yang didapat terkait hal tersebut sudah lama, namun pihak kepolisian tidak pernah melakukan himbauan, karena dianggap telah banyak dimuat di media, agar warga tahu jika itu adalah salah satu bentuk kebiasaan para tersangka teroris dan pelaku bom bunuh diri, ketika hidup di tengah masyarakat.

Namun sejak kejadian penyerangan dan penyergapan anggota polisi di Rumah Tahanan Depok Kelapa II, hingga menewaskan beberapa anggota kepolisian, lalu disusul dengan aksi bom bunuh diri di Surabaya, berlanjut dengan bermunculan beberapa kejadian pengeboman dan pembakaran serta penerobosan wilayah kantor Kepolisian di daerah, oleh para teroris, akhirnya membuat pihak kepolisian, terutama pejabat polisi di daerah mengeluarkan himbauan untuk memonitor perilaku tersebut di wilayah masing masing.

Seperti yang baru saja dilakukan oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Polisi, Condro Kirono, kepada wartawan dan ditujukan kepada masyarakat Jawa Tengah khususnya, agar selalu mengawasi dan memonitor jika ada tetangga atau seseorang yang dirasa berperilaku janggal, terutama jika mereka tidak mau bergaul dan bersosialisasi dengan warga setempat, agar segera dilaporkan kepolisi.

“Jika ada orang atau tetangga sekitar yang anti sosialisasi, atau tidak mau berbaur dengan warga sekitar, laporkan saja kepolisi segera,” ucap Condro kepada wartawan di Kantor Gubernur Jawa Tengah. Condro menegaskan jika warga yang melakukan hal tersebut, akan semakin memudahkan pihak kepolisian untuk melakukan pemantauan kepada mereka agar bisa dilakukan pencegahan dini.

Namun netizen membalas himbauan Kapolda dengan serius, sambil dan memberitahukan jika perilaku yang demikian, tidak bersosialisasi dan tidak mau bergaul  dengan warga dan tetangganya, bahkan para warga yang ani sosial dan tidak mau gaul “ini” terbukti dilapangan dengan dipasangnya pagar rumah yang tinggi agar tidak dilihat oleh orang lain dari luar, bahkan untuk menjaga jika ada orang lain yang tidak dikenali langsung disambut dengan gonggongan anjing peliharaan mereka, yang memang sengaja ditaruh diluar dekat pagar rumah.

Dan tentu saja yang dimaksud oleh netizen adalah perilaku dari warga masyarakat yang berasal dari keturunan Tionghoa, yang bertempat tinggal di wilayah wilayah yang berdekatan dan bersinggungan langsung dengan warga asli Indonesia atau biasa disebut pribumi, sebagai tetangga, dan biasanya terjadi di perumahan perumahan.

Kapolda Jateng: Klo ada tetangga anti sosial tdk mau berbaur, laporkan ke Polisi. *Wah banyak pak.! Pagernya tinggi, kerja bakti ogah, Guk2 nya aja yg berisik” 😂.btw..emang mau di apain pak sama Polisi??.mereka itu bexkingnya penggede2 paak…kita maah takuut pak sama mereka 😭 tulis akun milik @FerryMokoginta.

survei dulu deh pak sebelum bikin statement. Tiap ronda lewatin pagar tinggi, kami disambut anjing2 mereka. Mereka hobi maki orang maulid (staun sekali) yg nutup jalan. Tapi dia sendiri tiap hari ngabisin separo jalan buat nginep truk2 mereka yg penuh muatan.” tulis akun @Kangdesu yang membalas sekaligus menambahkan postingan dari @FerryMokoginta.

Sebenarnya hal ini bukanlah yang pertama kali disebut oleh netizen, karena perilaku para warga keturunan Tionghoa yang tinggal di Indonesia selama ini memang demikian adanya. Terbukti ketika munculnya slogan “Saya Pancasila” dan “Saya NKRI” ketika menjelang Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu, juga disindir dengan kalimat yang hampir sama, “Katanya paling NKRI, Paling Pancasila, tapi kerja bakti gak pernah hadir, pagar tinggi, pelihara anjing galak” sebut netizen beberapa waktu lalu, hingga menjadi viral. Dan kali ini muncul kembali usai Kapolda mengeluarkan himbauan.

(jall/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *