Prabowo Minta Pemerintah Tidak Jadikan UU Demi Kepentingan Pribadi & Kelompok

JEMARI JAKARTA – Kisruh tentang pengesahan RUU Terorisme, yang belum juga disahkan akibat sikap pemerintah yang dianggap oleh DPR RI sebagai penghambat utama, dikarenakan tetap bersikukuh agar defenisi tentang “Terorisme” tidak diperlukan, menjadikan beberapa tokoh ikut berkomentar.

Salah satunya adalah Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Walaupun tidak mengatakan secara langsung, namun dari pernyataan Prabowo jelas meminta kepada pemerintah agar tidak menjadikan UU Terorisme yang disahkan tanpa adanya defenisi “Terorisme” seakan membiarkan pihak pemerintah bebas untuk melakukan tindakan apapun kepada siapa saja yang dianggap sebagai teroris.

“Jangan sampai ada penyalahgunaannya, jadi kita harus bersikap arif dan bijak,” ujar Prabowo, yang jelas menunjuk langsung pemerintah untuk tidak menyalahgunakan wewenang sebagai pejabat hanya untuk kepentingan sendiri dan golongannya.

Walaupun belum disahkan, namun ucapan Prabowo tersebut, sepertinya sudah terjadi, ketika sebuah video yang beredar di masyarakat menujukkan tiga orang oknum polisi yang menahan seorang santri yang kebetulan sedang membawa tas punggung dan sebuah kardus, yang kemudian marah ketika ketiga polisi tersebut memaksa pemuda tersebut untuk membongkar dan memperlihatkan seluruh isi tas dan kardus yang dibawanya.

Kemarahan pemuda tersebut, ditunjukkan dengan langsung merobek kardus yang sudah terbungkus rapi, lalu isi kardus berupa pakaian miliknya dihamburkan keluar dengan sangat kasar, dengan cara menarik keluar dan dilemparkan, begitu juga isi tas punggung yang dibawanya, kemarahan pemuda yang diduga adalah seorang santri, jelas, dikarenakan dirinya merasa telah dituduh sebagai teroris oleh ketiga oknum polisi tersebut.

Pada dasarnya Prabowo mendukung direvisinya UU Terorisme, karena dirinya berharap agar hasil revisi tersebut, semakin memperkuat pengamanan negara dari bahaya dan serangan yang akan membuat masyarakat menjadi korban sia sia.

Baca juga  Istri Mantan Pimred Obor Rakyat, Curhat Di Sosmed Kondisi Suaminya Ditahanan

“Kita harus tetap menguatkan keberadaan Intelejen kita, TNI kita, namun tidak melupakan sikap demokrasi yang kita anut,’ ujarnya kepada media yang mewawancarainya, dalam sebuah kegiatan kunjungan ke DPR RI untuk melihat dan membicarakan kondisi saat ini dengan kader Partai Gerindra yang menjadi wakil rakyat, di DPR dan MPR.

Sebelumnya Ketua Pansus RUU Terorisme, Syafii membantah tuduhan sebagian masyarakat dan juga tokoh nasional lainnya yang menyudutkan DPR RI sebagai penghambat disahkannya RUU Terorisme, “Pemerintah tidak menyelesaikan PR PR (Pekerjaan Rumah) yang sudah disepakati dalam rapat rapat pansus bersama,” ujarnya sambil mencontohkan persoalan defenisi “terorisme”, DPR RI minta agar disebutkan dalam RUU, namun pemerintah tetap tidak mau memakai defenisi.

(jall/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *