GENTARI Gelar Dialog Kebangsaan, “2019PresidenHarapanRakyat”

JEMARI JAKARTA – Generasi Cinta Negeri (GENTARI) gelar Dialog Kebangsaan di Hotel Sofyan Tebet Jakarta dengan hestek #2019PresidenHarapanRakyat.

Dialog Kebangsaan ini bertujuan memberi arahan, petunjuk, pencerahan dan pembekalan bagi seluruh rakyat Indonesia dalam memilih Presiden dan Wakil Presiden yang memenuhi Harapan Rakyat selama ini.

Mengingat pengalaman-pengalaman yang telah terjadi dan dirasakan oleh seluruh rakyat setelah 73 tahun merdeka. harapan Rakyat untuk mendapat Pemimpin/Presiden yang Amanah, Jujur, Cerdas, Mencintai Rakyatnya.

Dialog Kebangsaan ini dihadiri langsung oleh tokoh senior, seperti Prof.Dr.Hafidz Abbas (KomnasHam), H. Habil Marati SE (Politisi Senior), Ir. Ansufri Idrus Sambo Salamudin Daeng (Garda 212), Hendrajit (Pengamat Geopolitik Internasional), H. Habil Marati SE (Politisi Senior), Lieus Sungkharisma (Tokoh Tionghoa) dan Fuad Abu Jibril dari gerakan #2019GantiPresiden, dengan Moderator Ustad Aminuddin selaku Ketua Gentari.

Sebelumnya, Ustad Aminuddin menyampaikan Ucapan turut berbela sungkawa atas tragedi bom yang terjadi di Surabaya, Gentari mengutuk perbuatan tragedi bom Surabaya karena menghilangkan nyawa orang-orang yang tidak bersalah.

Sementara Perwakilan Garda, Ansufri Idrus Sambo mencurigai aksi teroris beberapa waktu terakhir, dimanfaatkan dengan baik untuk dijadikan pengalihan isu, ketika gerakan #2019Ganti Presiden yang semakin marak di berbagai daerah.

“Saya yakin peristiwa yang belakangan terjadi apakah di Mako Brimob, di Surabaya, ini saya curiga adalah pengalihan-pengalihan isu saja. gerakan #2019Ganti Presiden telah menjamur di semua daerah Indonesia. Gerakan ini kemudian mendatangkan ketakutan bagi bakal calon presiden petahana, yakni Presiden Joko Widodo.” jelas Ansufri Idrus Sambo.

“Saya katakan karena gelombang 2019 ganti presiden itu gelombangnya sudah begitu besar, sehingga yang katanya tadi tidak takut, ternyata takut juga. Buktinya di car free day dilarang”, ucap Sambo, yang menganggap berbagai isu akan dihembuskan untuk menjatuhkan fenomena #2019GantiPresiden yang semakin kuat.

Sambo menegaskan, bahwa untuk bisa memenangkan Pemilihan Presiden 2019 nanti seluruh elemen harus fokus, untuk selalu bersama dan bersatu, dan tetap menjaga semangat #2019GantiPresiden, agar nantinya muncul pemimpin Indonesia yang terbaik bagi bangsa.

Sambo, mengingatkan kembali, pada pemilihan Perdana Menteri Malaysia yang baru saja selesai, dan menaikkan kembali Mahathir Muhammad, sebagai Perdana Menteri.

“Mereka bersatu, baik warga pribuminya maupun tokoh tokoh yang dulunya bertikai, hanya karena demi kedaulatan warga pribumi Malaysia, mereka akhirnya bersatu,” ujarnya sambil menjelaskan, jika bersatunya seteru Mahathir Muhamad dan Anwar Ibrahim menjadi salah satu faktor kekuatan kemenangan mereka.

“Mereka bangkit, karena tokoh-tokoh yang tadinya berselisih itu bisa bergabung, dan akhirnya berhasil memenangkan pemilihan,” ucapnya dengan tegas mengajak seluruh tokoh nasional yang perduli dengan kesejahteraan warga pribumi Indonesia bersatu menyelamatkan NKRI, “Para tokoh bangsa yang masih peduli, harus bergabung apapun ceritanya untuk menyelamatkan negeri ini.”

Senada dengan Sambo, Hendrajit mengatakan, fenomena #2019GantiPresiden merupakan energi positif untuk semangat menuju perubahan yang lebih baik lagi.

Kesimpulan acara dialog Kebangsaan #2019PresidenHarapanRakyat, Pemimpin atau Presiden yang terpilih pada Pilpres 2019 nanti wajib memiliki beberapa Kriteria sebagai berikut :

1. Presiden/ Wakil Presiden yang mencintai rakyatnya dan dicintai rakyatnya, sesuai dengan ldeologi Dasar Falsafah Negara Pancasila.

2. Presiden yang mengabdi dan bekerja untuk rakyatnya. Mengabdi dan bukan bekerja untuk Negara Asing, Presiden yang selalu Mendahulukan kepentingan-kepentingan rakyatnya daripada kepentingan asing maupun kepentingan diri dan kelompoknya.

3. Prediden yang Cerdas dan tidak dapat di Intervensi oleh apapun dan siapapun dalam membuat Kabijakan guna mensejahterakan rakyatnya, melindungi rakyatnya dari kekuasaan kapitalis, liberalis,dan Neo-Kolonialis.

4. Presiden yang akan membawa Bangsa Rakyat Indonesia menjadi Bangsa yang besar dan menjadi Negara yang mamiliki harkat martabat yang tinggi dimuka bumi sesuai apa yang dicita-citakan Para Founding Father Proklamasi Kamerdekaan Rapublik Indonesia 1945, serta menjadi bangsa yang dihormati, disegani oleh seluruh bangsa-bangsa didunia.

5. Presiden yang memiliki Target Terukur dalam menjalankan program kerakyatan, memiliki rencana jangka pendek, menengah, dan rencana jangka panjang yang jelas arah tujuannya dengan prioritas utama yaitu Mensejahterakan rakyatnya lebih dulu dibanding program lain yang tidak menyentuh hajat hidup orang banyak.

(Gufron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *