Serang Sarang Teroris, Densus 88 Adu Tembak, Dua Anggota JAD Jatim & Sumut Tewas

JEMARI SUMUT – Para anggota teroris yang selalu melakukan tindakan secara brutal, salah satunya bom bunuh diri, seperti yang terjadi di Surabaya, yang kemudian mengatasnamakan jihad yang merupakan salah satu ajaran dalam islam, justru tidak mendapatkan simpatik dari umat Islam secara luas.

Karena Jihad yang dimaksud oleh Rasulullah jika dalam keadaan perang, maka ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan atau diperlakukan seperti secara kasar apalagi dibunuh, seperti orang yang sudah berumur tua, pemuka agama, orang yang sedang sakit, anak anak atau wanita, bahkan dilarang untuk menebang pohon, membunuh hewan yang terkecuali untuk makan, bahkan tidak diperbolehkan untuk menghancurkan tempat ibadah agama lainnya.

Namun justru kenyataannya berbeda dengan yang dilakukan oleh pihak teroris, bahkan banyak netizen yang heran, ketika Al Quran perolok olok dan dinista namun tidak ada satupun tindakan dari para kelompok yang menyatakan diri sebagai paling “Islami” diantara umat Islam lainnya. Karenanya warga cukup mengapresiasi sikap kepolisian yang sedang memburu para terduga teroris.

Polri melakukan penyergapan terhadap sebuah kelompok yang disebut oleh pihak Densus 88, sebagai jaringan pelaku bom bunuh diri di Surabaya, yaitu kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di salah satu tempat di Tanjung Balai Asahan Sumatera Utara. Bahkan penyergapan tersebut diwarnai dengan adu tembak diantara mereka, namun Saiful, anggota JAD, akhirnya tewas tertembak dan satu lainnya terluka pada bagian kaki ketika akan melarikan diri.

Pihak kepolisian memiliki informasi jika ada delapan orang yang berencana akan melakukan penyerangan namun enam lainnya berhasil lolos. Selain di Sumatera Utara, Densus 88 juga melakukan penangkapan terhadap 2 orang anggota JAD Sumatera Selatan, yaitu Abdul Rahman alias Abu Khomsah dan Hengky alias Abu Anshor.

Sementara di Jawa Timur sendiri, setelah berhasil menemukan dan membongkar tempat pembuatan bom bunuh diri, dengan barang bukti berupa potongan potongan bom siap pakai dalam berbagai ukuran, Densus 88 melanjutkan perburuan terhadap anggota kelompok JAD Jatim, dan pertemuan keduanya terjadi di wilayah pemukiman padat Tandes, Surabaya, Densus 88 akhirnya menghentikan adu tembak dengan menewaskan pria yang tidak diketahui identitasnya dan diperkirakan berumur sekitar 30-an tahun.

 

(jall)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *