Periode April-Juli 2018, Pemerintah Impor Beras 500 ribu Ton Dari Vietnam & Thailand

JEMARI JAKARTA – Ternyata diam diam, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, telaqh menyetujui untuk melakukan impor beras sebanyak 500 ribu ton dari Vietnam dan Thailand. Hal ini ditegaskan Enggartiasto, ketika menjawab pertanyaan wartawan/

Menurut Enggartiasto, impor beras dilakukan usai dilakukan rapat di Kementerian Koordinator Ekonomi. Dan melalui Perum Bulog, selaku eksekutor yang melakukan tanda tangan kesepakatan dengan pihak pengimpor beras dari Vietnam sebesar 300 ribu ton dan 200 ribu ton dari Thailand.

Impor beras sebesar 500 ribu ton ini akan dilakukan secara bertahap mulai dari April hingga Juli 2018 sebanyak tiga kali. Dan hal ini dibenarkan oleh Chairman Asosiasi Makanan Vietnam (VFA) Nguyen Ngoc Nam melalui sebuah media asal Vietnam, The Voice Of Vietnam Online (vov.vn)/

Bahkan dalam berita tersebut, Nguyen mengatakan jika The Vietnam Northern Food Corporation dan The Vietnam Southern Food Corporation, diundang langsung oleh pihak Bulog untuk melakukan persiapan melakukan ekspor beras ke Indonesia.

Enggartiasto berkelit jika keputusan untuk melakukan impor bukan berasal dari lembaganya, namun itu merupakan keputusan bersama melalui Rapat Koordinasi dengan lembaga terkait lainnya, dan diputuskan Bulog sebagai pelaksana.

“Untuk menambah cadangan beras pemerintah, paling tidak hingga tahun depan. Karena jika tidak ada impor kita bisa mengalami defisit,” ujarnya beralasan dilakukannya impor.

Sambil membeberkan jika stok beras Bulog pada Mei 2018 hanya mencapai 1.262.782 ton, dan 453.787 ton berasal dari beras impor yang dilakukan sebelumya. Dan untuk stok komersial, tersisa 106.186 ton dan sisa lainnya, merupakan serapan Perum Bulog sejak awal 2018.

(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *