Waduh, RUU Terorisme Belum Disahkan, Karena Pemerintah Tidak Ingin Ada Definisi “Terorisme”

JEMARI JAKARTA – Kasus bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya, rupanya mendorong warga untuk segera menuntaskan persoalan Rancangan Undang Undang Terorisme agar segera disahkan oleh DPR RI, yang dianggap oleh sebagian masyarakat diperlambat.

Rupanya Keterlambatan pengesahan RUU Terorisme tersebut, tidak berada dipihak DPR RI, sesuai dengan pernyataan dari Ketua Panja RUU, Raden Muhammad Syafii, melalui sebuah surat yang dikirim ke pihak redaksi, dan juga banyak diketemukan di sosial media tersebar.

Menurut Syafii keterlambatan pengesahan, dikarenakan pihak pemerintah justru yang tidak memiliki komitmen untuk memperbaiki poin poin yag sudah disepakati melalui rapat dengan pihak Tim Panja Pemerintah.

“Pemerintah sendiri yang belum menyelesaikan tugasnya, ada beberapa PR PR (pekerjaan rumah) yang sampai saat ini belum diselesaikan oleh pemerintah,” ujar politisi dari partai Gerindra melalui suratnya.

Pembelaan Syafii ini merupakan keseriusan pihak DPR RI untuk mengesahkan RUU Terorisme yang sampai saat ini belum mendapatkan persetujuan kesepakatan poin poin dari hasil rapat rapat panja diantara keduanya.

Bahkan menurut Syafii pihak pemerintah sendiri yang sangat Lelet (lambat) dalam menyelesaikan persoalan diantara mereka, karena diantara sesama lembaga lembaga di pemerintahan justru yang memperlambat, dikarenakan tidak satu suara.

Syafii mencontohkan, persoalan definisi “Terorisme” itu sendiri. Dalam rapat, pihak DPR RI sudah mengajukan definisi terorisme, pihak Polri dan TNI juga sudah mengajukan, namun pemerintah justru tidak menyetujui jika definisi kata “Terorisme” disebutkan.

Hal inilah yang mengakibatkan pihak pemerintaah sampai saat ini belum mengajukan kembali RUU Terorisme untuk disahkan, sementara pihak DPR RI sudah siap untuk mengesahkan.

“Ini sangat berbahaya, karena jika diloloskan, tanpa definisi dari Terorisme, maka pemerintah bisa seenaknya melabeli sesuka hati kepada siapapun sebagai terorisme,” ujar Darwis, salah satu tokoh muda asal Maluku Utara.

(redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *