Terkait Korupsi Bupati Haltim, KPK Diminta Panggil Paksa Menteri PUPR

JEMARI – Ketidak hadiran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono atas panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi diyakini bukan lantaran ada urusan pekerjaan. Tetapi, takut jadi tersangka di hari “Jumat Maut”.

Demikian dikatakan Wakil Ketua DPP Partai Gerindra, Arief Puyuono seperti dikutip telusur.co.id, Sabtu (12/5/18). “Tidak mungkin KPK mengirim surat panggilan secara dadakan pada Menteri PUPR,” kata Arief.

Menurut Arief, salah satu kegagalan pembangunan infrastruktur sebagaimana program utama Presiden Joko Widodo, lantaran banyak proyek infrastruktur yang di mark up oleh para “mafia” di kementrian PUPR, dan dibangun dengan kualitas rendah, menggunakan bahan material tidak berkualitas.

Dia pun menilai, memang sudah sepantasnya Menteri PUPR dipanggil KPK untuk memberikan penjelasan. “Jika panggilan kedua sebagai saksi tetap mangkir, KPK harus panggil paksa Menteri PUPR,” kata dia.

Sebelumnya, KPK telah menjadwalkan pemeriksaan sebagai saksi kepada Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Jumat (11/5/18), untuk kasus dugaan suap terkait proyek jalan milik Kempupera di Maluku dan Maluku Utara.

Menteri Basuki akan diperiksa sebagai saksi sekaligus untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Bupati Halmahera Timur, Rudi Erawan. Menteri Basuki diduga mengetahui sengkarut kasus yang menjerat Rudi Erawan.‎  Namun, Menteri Basuki mangkir dari panggilan penyidik KPK. Atas ketidakhadirannya, penyidik KPK akan menjadwalkan pemanggilan ulang, Senin (14/5/18).

Penyidik sudah mendapatkan keterangan terkait ketidakhadiran Basuki dalam pemeriksaan ini. Basuki berhalangan hadir karena sedang mendapat tugas di luar kota. “Yang bersangkutan ada tugas luar kota hari ini,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Menteri Basuki sendiri sebelumnya pernah diperiksa KPK dalam kasus ini untuk tersangka lainnya. Misalnya, untuk tersangka Damayanti Wisnu Putranti.

(IPK/Ber360)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *